Puisi berbahasa jawa berjudul 'Sastra Gegendingan Jawa' itu dibawa seorang yang mengaku budayawan Solo bernama Eko Sriyanto Sapta Widjaya.
Awalnya kedatangan puisi yang ditulis di atas kulit hewan, dengan bingkai berukuran 1,5 x 1 meter itu mengundang tanya. Sebabnya puisi itu dibungkus sebuah kain berwarna hijau.
Karuan orang-orang penasaran dengan bungkusan kain tersebut. Sang seniman pun membuka kainnya.
"Ini untuk penghormatan kepada anak bangsa. Catatan diri seorang Soeharto," kata Eko saat memasuki Gedung RSPP di Jl Kyai Maja, Jakarta, sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (21/1/2007).
Dalam salah satu bait puisi tersebut, tertulis:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyawijine Gung Satria Binakara
Opo Kuwi partanda-tanda
Gegaman Jamus Kalimasada Kang Karipto
Menurut Eko, puisi 3 bait dalam bahasa Jawa untuk Soeharto ini terinspirasi dari jagad raya.
"Dan bercerita tentang keindahan, sesuatu yang luhur dan terpuji," ucap dia sambil membawa puisinya naik ke lantai 5 tempat Soeharto dirawat. Hanya 20 menit naik ke lantai 5, tak lama Eko pun sudah meninggalkan RSPP, meninggalkan puisinya untuk Soeharto.
(ndr/ana)











































