Sudah bukan rahasia lagi, salah satu penyebabnya adalah banyaknya orang yang menyeberang dari arah pusat perkantoran Mega Kuningan ke pusat perbelanjaan di seberangnya. Alhasil, macet cet...
"Wah, kami belum ada rencana bikin jembatan penyeberangan," kata Customer Service PT Perwita Margasakti, Mini, selaku pengelola salah satu ITC di kawasan tersebut saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (21/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu karyawan di Mega Kuningan, Silvi (26), setiap pagi dan sore hari, jalan tersebut macet total. Selain kendaraan yang sangat padat, juga banyaknya orang yang menyeberang. "Harusnya ada jembatan penyeberangan nih," keluhnya.
Macet ini diperparah dengan banyaknya Mikrolet yang ngetem atau taksi yang ikut mencari penumpang sehingga memenuhi badan jalan. Jalanan makin kacau dengan munculnya parkir liar sepeda motor di sepanjang bahu jalan.
"Namanya juga nyari penumpang, yang penting, Mikrolet isi dan setoran terpenuhi," kata Yudi (29), pengemudi Mikrolet 44 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang.
Pejabat Dishub Pemprov DKI Jakarta saat dikonfirmasi detikcom akhir tahun lalu menyatakan, pihaknya akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan sibuk Mal Ambasador/ITC Kuningan tahun ini. Sudah ada perusahaan sponsor yang bersedia membangunnya. (asp/nrl)










































