Piring dan gelas terlihat ditata sedemikian rupa di atas meja makan. Tampak beberapa pasangan muda duduk saling berhadapan di meja-meja yang tersedia. Mereka tampak ceria ngobrol satu sama lain sambil diiringi alunan musik klasik yang menyentuh rasa.
Itulah suasana dinner date atau kencan makan malam yang diselenggarakan Single Executiv Club (SEC), awal Januari lalu. Komunitas yang terdiri dari para jomblo kalangan atas ini tengah bikin hajatan di restoran tersebut. "Acara ini merupakan ajang perkenalan antar sesama member SEC. Kami bikin acara ini setiap bulan," kata Ridho Tan Andrea, pendiri SEC.
Acara ini diharapkan bisa melatih para member untuk berinteraksi dengan orang baru. Karena saat menjalani sebuah acara para member bebas mengeksploitasi diri. Asalkan perbincangan yang dilakukan tidak menyangkut SARA. Itu diharamkan oleh penyelenggara.
Dinner date adalah salah satu program rutin yang di buat SEC. Even ini diselenggarakan sebagai ajang pendekatan antar sesama member. Untuk mengikuti acara ini member harus mendaftar, sekaligus menyebutkan kriteria apa saja dalam mencari pasangan.
Kriteria yang dimaksud berupa tinggi badan, berat badan, latarbelakang, atau tingkat intelektualnya. Setelah memberitahu kriteria tersebut, penyelenggara langsung mencari member yang punya kriteria yang diinginkan. Jika ada member langsung dikabari dan klub akan mencarikan tempat yang sesuai dengan keinginan member di dalam melakukan dinner date.
Kencan makan malam ini pun akan dibuat menjadi empat macam makanan. Makanan itu terdiri dari soup, salad, dessert, course. Untuk masing-masing makanan itu ditemani oleh orang yang berbeda. Kriterianya sesuai permintaan member .
Keuntungannya, untuk sekali dinner date, member bisa mendapatkan empat tipe orang sesuai kriterianya. Bila yang pertama tidak cocok, ia bisa berharap pada yang kedua hingga keempat. Jadi dalam semalam ia bisa berkencan dengan empat orang. Enaknya lagi, ia tanpa harus membayari makanan si teman ngedate setiap kali ngedate. Sebab aturannya, bayar masing-masing.
Awalnya acara makan malam ini banyak dimanfaatkan member untuk mencari teman dan menambah relasi bisnis. Syukur-syukur jika pasangan kecannya itu sesuai di hati. Sehingga pertemanan itu bisa berlanjut hingga ke pelaminan.
Seperti yang dikatakan Aldi, lajang berusia 38 tahun. Ia adalah salah satu member SEC yang berprofesi sebagai kontraktor di Jakarta. Wajah pria keturunan China Kalimantan ini sebenarnya tampan dan mudah menarik hati kaum hawa. Tapi persoalannya, ia terkesan kaku terhadap orang yang baru dikenal, terutama lawan jenisnya.
Sikap kaku yang melekat di diri Aldi lantaran dalam keseharian ia sibuk memikirkan persaingan bisnis. Karena ingin mempertahankan kesuksesannya, tidak terpikir olehnya untuk mencari pendamping hidup. Tapi lama-lama keluarga selalu mendesak Aldi untuk menikah. Apalagi usia Aldi hampir kepala empat. Karena pusing dikejar-kejar pertanyaan keluarga, ia akhirnya berusaha mencari jodoh. Beruntung salah satu relasinya memberitahu adanya klub yang bisa membantunya.
Lima bulan yang lalu Aldi pun bergabung dengan SEC. "Saya mengenal klub ini dari teman dekat. Dan sebelumnya saya pernah ikut salah satu acara yang digelar SEC," ujar Aldi saat ditemui detikcom di Hotel Sultan, pekan lalu. Menurutnya, klub yang dimasukinya itu benar-benar profesional dan bisa menjamin kerahasiaan member.
Even yang menurut Aldi sangat berkesan adalah kencan makan malam alias dinner date. Sebab acaranya benar-benar dikemas secara profesional dan tempatnya juga ekslusif. Biasanya resto yang dipilih sesuai dengan keinginan member. Sehingga ia merasa nyaman ngedate dengan teman kencannya.
Klub eksekutif ini sengaja memilih lokasi di sebuah resto yang ada di hotel bintang lima. Ini untuk menjamin kenyamanan para member dalam berkencan. Dekorasi ruangan pun dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan dari para member saat melakukan dinner date. Salah satu tempat andalan untuk melakukan dinner date adalah restoran Paprica di bilangan Thamrin Jakarta Pusat.
Sekarang, ujar Aldi, dirinya sudah merasa mantap denga pasangannya yang bernama Ira, yang juga member di SEC. Menurut Aldi, ia merasa cocok dengan Ira dalam banyak hal. Sehingga ia merasa yakin bila Ira adalah pasangan yang cocok untuk dinikahi.
Pria kelahiran tahun 1970 ini, merasa semakin mantap hatinya setelah beberapa kali melakukan dinner date dengan Ira. Kata Aldi, calon istrinya itu dianggap telah lulus seleksi dari ujian yang diberikannya selama beberapa kali pertemuan. "Ia jujur dan bisa dipercaya," jelas Aldi singkat.
Bagi Aldi, dalam mencari pasangan hidup yang penting adalah kejujuran dan kepercayaan. Selain pendidikan dan cara berpikir yang setara dengannya. Sekarang pasangan yang sesuai kriterianya telah didapat. Ia pun berharap tali kasih dengan Ira bisa langgeng dan abadi. (ddg/iy)











































