Dalam kaukus Nevada, Sabtu 19 Januari waktu setempat lalu, Hillary Clinton dari Partai Demokrat mengalahkan rival terkuatnya, Barack Obama. Adapun John McCain unggul dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik di South Carolina.
Bagi Obama, kekalahan di Nevada meningkatkan tekanan baginya untuk menang di South Carolina pada 26 Januari mendatang. Di negara bagian itu, Obama dan Hillary akan berupaya merebut dukungan para pemilih Amerika-Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kubu Hillary bertekad akan berjuang keras memenangi suara warga Amerika-Afrika di South Carolina. Bahkan suami Hillary, mantan Presiden AS Bill Clinton berjanji akan melakukan kampanye di lingkungan kulit hitam. Demikian menurut harian The Irish Times, Senin (21/1/2008).
Dalam kaukus di Nevada, Hillary unggul dengan 51 persen suara. Obama meraih 45 persen suara. Menjelang pemilihan di South Carolina, Obama menyerukan para pendukungnya untuk mempertahankan kesatuan.
Sedangkan Hillary menegaskan, memilih dirinya hendaknya tidak dianggap sebagai suara melawan Obama. "Saya menaruh penghormatan tertinggi dan kekaguman bagi teman saya dan kolega Senator Barack Obama. Dia orang luar biasa dengan banyak bakat dan kontribusi bagi negara kita dan dunia. Saya tersanjung bisa ikut mencalonkan diri bersamanya," kata Hillary.
(ita/sss)










































