Dalam rapat koordinasi tertutup yang dihadiri sejumlah kepala dinas di lingkup Pemprov Sulsel, putra mantan Gubernur Sulsel Ahmad Lamo itu meminta PNS mengedepankan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
"Yang paling ditekankan, PNS harus netral. Jangan ada lagi PNS yang menggelar unjuk rasa dan mendukung salah satu calon," ujar Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim menirukan ucapan Tanribali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Tanribali juga menekankan agar transparansi ditingkatkan. Ada keterbukaan administrasi. Bahkan beliau menyebut akuntabilitas dan tertib administrasi," tutur Muallim.
Diungkapkan dia, sejumlah kepala dinas yang hadir menyatakan siap untuk tidak lagi melakukan unjuk rasa. Mereka pun bersedia menerima sanksi jika unjuk rasa PNS terjadi lagi.
Sekadar diketahui, di Makassar, PNS memang kerap bolos kerja untuk ikut berunjuk rasa mendukung pasangan Syahrul Yasin Limpo/Agus Arifin Nu'mang (Sayang) yang memenangkan Pilkada Sulsel.
Bukan hanya PNS di lingkup Pemprov, tapi juga sejumlah guru negeri dan petugas paramedis. Unjuk rasa para PNS yang seharusnya jadi pelayan publik ini, beberapa waktu lalu sempat menuai protes dari warga lantaran dinilai telah mengganggu kelancaran pelayanan publik. (gun/sss)










































