Pejabat UE Datang, Asa Menjelang

Catatan Agus Pambagio:

Pejabat UE Datang, Asa Menjelang

- detikNews
Senin, 21 Jan 2008 10:53 WIB
Pejabat UE Datang, Asa Menjelang
Jakarta - Dari sudut pandang publik, sampai hari ini ada sedikit perkembangan yang dilakukan pemerintah terkait dengan proses pencabutan larangan terbang oleh Uni Eropa (UE).

Hal itu tampak pada pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikannya pada Rapat Kabinet Terbatas di Departemen Perhubungan, Rabu 9 Januari 2008 dan kemudian salah satunya dimuat oleh harian The Jakarta Post 11 Januari 2008, dalam artikel yang berjudul Yudhoyono pushes diplomacy to end EU flight ban, yang dalam artikel tersebut Presiden SBY mengatakan:

"We have made good progress in improving the safety of our airlines. I hope you can keep demonstrating that we are also responsible in the areas of airline safety and security”. Mudah-mudahan judul artikel tersebut tidak disalahartikan oleh aparat pelaksana sebagai perintah untuk melakukan diplomasi atau lobi.

Sebenarnya saya lega ketika pada akhirnya Presiden SBY tidak lagi menyatakan bahwa masalah larangan terbang oleh UE ini adalah masalah politik dan saya juga berharap begitu pula pada Menteri Perhubungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (DJU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekali lagi menurut saya, supaya larangan terbang dapat segera dicabut oleh EU, tidak ada jalan lain kecuali kita harus menyingsingkan lengan baju demi membela harkat dan martabat bangsa Indonesia ini dengan secepatnya memenuhi
persyaratan yang diminta oleh DG TREN di UE, seperti Corretive Action Plan (CAP).

Sebagai informasi pada hari Sabtu tanggal 19 Januari 2008 kemarin telah mendarat di Cengkareng, Roberto Salvarani yang merupakan Head of Air Safety dari Directorate General Transport and Energy (DG TREN) Uni Eropa (UE) yang pada akhir November 2007 lalu saya jumpai di markas EU di Brussels.

Salvarani akan memberikan program pelatihan terkait dengan keselamatan penerbangan kepada otoritas penerbangan dan beberapa maskapai penerbangan di Hotel Hyatt Bandung sampai hari ini, tanggal 21 Januari 2008.

Kedatangannya ke Indonesia bukan untuk memutuskan apakah Indonesia akan dikeluarkan dari Community List atau tidak, tetapi hanya memberikan pelatihan mengenai keselamatan penerbangan dan mengadakan pertemuan teknis dengan Menteri Perhubungan dan jajaran DJU.

Sore ini (21 Januari 2008) Salvarani akan langsung kembali ke Brussels. Pejabat EU datang harapan menjelang. Sebagai bangsa Indonesia tentu saya berharap banyak atas kedatangan Salvarani ke Jakarta. Saya juga berharap CAP sudah dibuat dan bisa dititipkan ke Salvarani. Namun saya terus terang ragu kalau CAP sudah selesai dibuat sesuai persyaratan EU.

Saya sangat berharap DJU tidak melakukan lobi ke Salvarani karena dia yang secara tegas mengatakan pada saya di Brussels: "no space for diplomatic lobby or negotiation on releasing the ban".

Jadi mudah-mudahan materi pembicaraan kemarin di Departemen Perhubungan hanya berkisar masalah teknis bukan lobi, karena Salvarani merupakan makhluk teknis yang tidak paham diplomasi dan lobi. Kedatangan petinggi DG TREN ke Jakarta kali ini sebaiknya tidak diartikan oleh pihak otoritas maupun maskapai penerbangan sebagai lampu hijau akan dikeluarkannya Indonesia dari Community List pada masa persidangan Air Safety Meeting EU pada bulan Februari 2008 mendatang.

Tentu saja sebagai bangsa Indonesia saya berharap itu bisa dilakukan, namun berdasarkan pembicaraan saya dengan EU minggu lalu sepertinya hal itu sulit dilakukan karena dokumen tertulis yang diminta sebagai pertimbangan untuk mengevaluasi kondisi keselamatan penerbangan sipil Indonesia belum disampaikan. Meskipun menurut mereka otoritas penerbangan sipil Indonesia telah melakukan beberapa perbaikan yang terkait dengan keselamatan penerbangan.

Secara pribadi saya perlu menyampaikan terima kasih kepada Presiden SBY yang sudah tidak lagi melihat kasus pelarangan terbang oleh EU ini sebagai sebuah kasus politis tetapi teknis dan harus dipercepat penyelesaiannya. Dan saya juga berharap semoga seorang Salvarani akan dapat membawa CAP atau dokumen-dokumen resmi yang diperlukan oleh EU saat dia kembali dengan pesawat Lufthansa sore ini ke Brussels.

Kalaupun dokumen tersebut bisa dia bawa pulang ke Brussels bukan berarti bulan Februari 2008 mendatang larangan terbang maskapai penerbangan sipil Indonesia ke EU dicabut. DG TREN memerlukan waktu untuk menterjemahkan ke beberapa bahasa (karena tidak semua negara anggota EU berbahasa Inggris) dan harus mengedarkan dokumen CAP tersebut terlebih dahulu ke seluruh 27 negara anggota untuk dipelajari, sebelum dibahas dalam Air Safety Meeting

Saya berasumsi kalau CAP sudah dikirimkan hari ini, bersamaan dengan kepulangan Salvarani, maka paling cepat larangan terbang EU baru dapat dicabut antara bulan April-Juni 2008 mendatang. Untuk itu saya ucapkan selamat bekerja untuk jajaran Departemen Perhubungan, khususnya DJU.

Saya dan seluruh bangsa Indonesia menunggu kerja Anda demi nama baik Indonesia di mata internasional dan khususnya dalam menunjang Visit Indonesia Year 2008.

* Agus Pambagio (Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindunan Konsumen). (nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads