Untuk mengetes srtategisnya lokasi baru, detikcom mencoba bertanya kepada pengendara yang biasa lewat jalan Radio Dalam. "Sebelah mana tuh,"kata Irvan, 45, warga Lenteng Agung pengendara mobil balik bertanya kepada detikcom.
Di Jalan Radio Dalam, banyak sekali jalan kecil. Memilih jalan ke arah masuk pasar eks Baritopun susah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah masuk ke jalan itupun, kendaraan harus berjalan pelan. Apalagi jika ada truk seperti truk sampah keluar dari Pasar Inpres, salah satu mobil harus bergantian menggunkan jalan. Lebih-lebih kompleks pasar terpencil dan jauh dari jalan. Jalan kecil dan tumpahan Pasar Inpres malah membuat macet jalanan.
"Jalan masuknya saja susah, gimana pembeli mau tertarik datang," kata Ida, salah satu pedagang eks Pasar Barito yang sedang melihat-lihat kios barunya.
Menurut Ida, pasar baru itu tidak representatif. Selain tidak ada tempat parkir, kios ukuran 2 x 2 m2 yang disediakan hanya dialiri listrik 450 watt. Pasar dengan jumlah 104 kios tersebut dijual Rp 68 juta. "Yah, nasib...," keluh Ida dengan lesu. (asp/ana)










































