Sindrom itu tidak hanya menyerang para jurnalis yang menunggu di RSPP 24 jam saban hari, tapi juga publik. Apalagi tidak ada perkembangan yang signifikan terkait kondisi Pak Harto, baik dari segi kesehatan maupun hukum.
Alhasil, untuk hari ini, pemberitaan Pak Harto tidak mendapat porsi luar biasa seperti pekan lalu. Sebagian besar koran edisi hari ini tidak memasukkan berita Pak Harto di halaman pertama, apalagi sebagai headline.
Kemenangan Rano Karno sebagai wakil bupati Tangerang, Banten, dirasa jauh lebih menarik dibandingkan Pak Harto. Demikian juga peringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Jepang. Pak Harto akan kembali meraih atensi begitu ada kemajuan berarti menyangkut kesehatan atau pun kasus hukumnya. Kita nantikan.
(nrl/umi)











































