"Penemuan roket dan granat mortir ini sejak tanggal 3 Januari sampai dengan 11 Januari 2008 seluruhnya merupakan hasil informasi masyarakat di wilayah operasi Kontingen Indonesia," ungkap Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL, Kapten Chb Sandy M Prakasa SIkom, dalam pernyataan tertulisnya ke redaksi detikcom, Senin (21/1/2008).
Penemuan ini menjadi fenomenal, bukan saja karena kelihaian prajurit Merah Putih menjinakkan roket, juga karena keterbukaan warga Libanon kepada tentara Indonesia. Warga Libanon yang mayoritas mendukung Hizbullah cenderung kurang menyukai tentara PBB yang tergabung dalam UNIFIL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta fenomenal ini terungkap saat Wadan Satgas Konga XXIII-B Letkol Mar Ipung Purwadi memaparkan kinerja pasukan Garuda di hadapan rombongan perwira staf dari Spanyol yang akan merotasi jabatan di Sektor Timur UNIFIL yang dipimpin Letkol Macarro di Taalt Kasaaf, Libanon Selatan, Minggu (20/1/2008).
Jenis roket dan granat mortir yang ditemukan pasukan Garuda seluruhnya tergolong Unexploded Ordonance (Uxo) atau amunisi yang belum meledak. Artinya, roket dan granat ini masih membahayakan jiwa manusia sebab walaupun fuze (pemicu) yang ada dalam Uxo ini tidak bekerja lagi namun bahan peledak di dalamnya masih aktif dan siap meledak kapan saja tergantung dari faktor eksternal yang menjadi pemicunya. (aba/nrl)











































