Ya, anggota pasukan perdamaian Indonesia di Libanon yang berpangkat Bintara dilibatkan dalam konferensi khusus Bintara yang diselenggarakan di base camp Batalyon Belgia-Luxemburg (Bellubat) di Tibnin, Libanon Selatan.
Tapi tidak sembarang Bintara yang berpastisipasi. Force Sergeant Mayor (disingkat FSM) merupakan jabatan Bintara yang bergengsi dalam struktur Angkatan Darat di negara-negara Barat, khususnya di negara Commonwealth (Persemakmuran) karena hanya Bintara terbaik di suatu satuan yang dapat menduduki jabatan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pengalaman tugas menyebabkan hanya segelintir Bintara yang bisa meraihnya.
Demikian siaran pers Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL Kapten Chb Sandy M. Prakasa, S.Ikom melalui email kepada detikcom, Minggu (20/1/2008).
Sandy menjelaskan, perwakilan kontingen Indonesia diwakili oleh Serka Andi Syarifudin (Komandan Seksi Markas Batalyon), Serka Muh. Ardafid (Bintara Pelatih Kompi A) dan Serka Asori (Bintara Penerangan).
Pada kesempatan tersebut perwakilan Indonesia menyarankan agar intensitas pertemuan antar Bintara dapat ditingkatkan misalnya melalui pertandingan olahraga persahabatan sehingga mereka dapat lebih saling mengenal sehingga diharapkan akan mempermudah
pelaksanaan tugas-tugas pasukan di lapangan.
Konferensi ini diikuti oleh perwakilan Bintara masing-masing kontingen yang berada di
bawah bendera UNIFIL, baik dari Sektor Barat, di antaranya dari Korea, Italia, Perancis, Ghana, Tanzania, Polandia, Qatar, Portugal dan Belgia-Luxemburg maupun dari Sektor Timur yaitu Indonesia, Nepal, Spanyol, India, Cina dan Malaysia.
Komandan Bellubatt Letkol Claude dev Donckt membuka konferensi ini sekaligus membacakan sambutan Force Commande (FC) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano di awal acara pada hari Jumat 18 januari lalu.
Bagi militer di negara-negara Barat, doktrin yang menyebutkan "Bintara ialah tulang punggung satuan" benar-benar diterapkan dan bukan sekedar slogan. Peranan FSM di lapangan sangat signifikan dalam membentuk dan memelihara profesionalisme militer para anggotanya.
Bahkan terhadap level perwira sekalipun, FSM diperbolehkan menyampaikan koreksi apabila ada hal-hal kurang tepat yang dilakukan oleh para perwira itu. Tak heran di Inggris misalnya, untuk menghargai para FSM ini, kelak apabila mereka melanjutkan pendidikan karir yang lebih tinggi dan berhasil menamatkannya, otomatis akan dilantik dengan pangkat
Kapten. (bal/bal)











































