Dampak Margaret Thatcher Meninggal Dipentaskan di London

Dampak Margaret Thatcher Meninggal Dipentaskan di London

- detikNews
Minggu, 20 Jan 2008 19:15 WIB
London - Belum meninggal tapi sudah dibikin dramanya. Itulah drama berjudul 'The Death of Margaret Thatcher' atau Matinya Margaret Thatcher yang akan dipentaskan di London, Februari depan.

Drama itu menceritakan spekulasi dampak yang berkembang ketika mantan Perdana Menteri Inggris bertangan besi  ini meninggal dunia. Drama itu akan dipentaskan di Teater Courtyard, Hoxton, London Utara dari 5 Februari hingga 2 Maret 2008, seperti dilansir AFP,  Minggu (20/1/2008).

Penulis drama itu, Tom Green, terinspirasi menulis dramanya ketika Thatcher diundang  minum teh oleh PM Inggris Gordon Brown September 2007 lalu.Thatcher masih menjadi  populer di kalangan Partai Buruh, partai yang mengusung Brown.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Green juga melukiskan mengapa Thatcher masih menjadi sosok yang kontroversial setelah meninggalkan pentas politik. Green juga mengkontradiksikan rehabilitasi politik Thatcher dengan janji publik  dari figur sayap kiri untuk merayakan kematiannya.

"Kecuali Anda menjadi penggemarnya, Thatcher itu seorang monster. Dan citra itu sepertinya berubah. Akan sangat menarik melihat bila dia mati, apa yang akan dilakukan warga. Tapi ini bukan polemik atau esai. Saya bahkan tidak mencap itu anti-Thatcher," kata dia.
 
Produser drama itu June Abbot mengatakan, pada awalnya dia khawatir terhadap judul drama  itu. Tapi kemudian, Abbot menganggap sosok Thatcher bisa menimbulkan emosi, seperti wafatnya mantan Presiden AS John F Kennedy atau Putri Diana.

"Ini tentang bagaimana orang-orang terpengaruh dengan kematian Thatcher dalam berbagai cara. Tak satupun mereka berbicara mendukung atau melawan Thatcher," kata dia.

Di antara tokoh drama itu ada seorang tukang kayu yang bersumpah akan jalan dari Inggris Utara dan meludahi makam Thatcher. Juga ada seorang pembaca berita yang mengumumkan kematian Thatcher sebagai momentum pengunduran dirinya di tempat kerja. (nwk/nrl)


Berita Terkait