Analisa tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani ketika dihubungi detikcom, Minggu (20/1/2008).
"Sebelum Rano menjadi cawabup, Pak Ismet memang sudah unggul jauh terhadap Jazuli -Airin sekitar 8 bulan sebelum pilkada. Saya punya survei Pak Ismet sudah 40 persen Airin belasan persen," ujar Saiful yang diminta oleh Ismet untuk melakukan hitung cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian kampanye Airin dan Jazuli luar biasa, termasuk di TV. Bersamaan dengan kampanye Jazuli-Airin, Rano masuk, sehingga kalaupun kampanye Airin berpengaruh, dinetralisir dengan kehadiran Rano, sehingga suara Ismet tak bisa digerogoti," jelas Saiful.
Selain itu, imbuhnya, tim sukses Ismet-Rano lebih mengakar dibanding tim sukses Jazuli-Airin. Tim sukses Ismet-Rano lebih banyak melibatkan partisipasi warga, dibandingkan dengan tim sukses Jazuli-Airin yang merekrut tim sukses profesional.
"Sehingga hubungan tim sukses Jazuli dengan warga tidak organik. Kalau pun atribut banyak dan bagus, dipasang orang asing bukan warga di situ. Nilainya beda walaupun bagus. Ismet kalah sosialisasinya dengan Airin, tapi lebih mengakar," tutur Saiful.
Program Jalan Tol
Dari segi program Ismet lebih terfokus pada masalah yang dirasakan masyarakat yaitu perbaikan ekonomi. Ismet membuat program membangun infrastruktur jalan tol. Sehingga kegiatan ekonomi menjadi lebih lancar dan investor akan semakin tertarik menanamkan modal di kawasan industri di utara Tangerang.
"Tangerang juga menjadi penghubung. Bandara Soekarno-Hatta menghubungkan Tanjung Priok dan Pelabuhan Merak. Rencana membangun jalan tol baru upaya untuk memperlancar arus barang antar pelabuhan yang strategis. Diharapkan investor masuk dan lapangan kerja bertambah," kata dia.
Ismet sebagai incumbent dianggap cukup berhasil. Selama ini Ismet mengembangkan kawasan industri, sehingga pendapatan Kabupaten Tangerang paling besar kontribusinya terhadap pendapatan Provinsi Banten. Ismet juga mengupayakan dan berhasil melakukan pemekaran kabupaten, yaitu menciptakan kota Tangerang selatan yang mencakup wilayah Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Bintaro dan Ciputat.
Menurut Saiful, Jazuli-Airin membuat program yang kurang mengena di masyarakat. Seperti sekolah gratis dari SD-SMP. Padahal sudah ada program bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah.
"Itu sudah jalan. Sehingga ketika menjanjikan itu masyarakat melihat apakah program seperti itu, selama ini sudah jalan," kata dia.
Ismet-Rano Unggul
Hasil final hitung cepat yang dilakukan LSI, pasangan Ismet-Rano menang dengan 56,73 persen. Sementara pasangan Jazuli-Airin menempati urutan kedua dengan 38,11 persen dan tempat paling bawah Usamah Hisyam-Habib Ali Alwi Al Husainy memperoleh 5,16 persen
"Tapi ada 3 TPS dari 250 TPS tidak masuk suaranya karena ada hambatan," ujar Saiful yang melakukan quick count atas permintaan Ismet ini.
(nwk/nrl)











































