'Pemburu' Soeharto Diserang Jenuh

Hari ke-17

'Pemburu' Soeharto Diserang Jenuh

- detikNews
Minggu, 20 Jan 2008 12:41 WIB
Jakarta - Meliput mantan Presiden Soeharto di RS Pusat Pertamina (RSPP) awalnya merupakan keasyikan tersendiri oleh jurnalis. Sebab, ini adalah peristiwa bersejarah. Namun, memasuki hari ke-17, kejenuhan mulai melanda. Maklum, wartawan juga manusia.

Bagaimana jurnalis tidak jenuh, setiap hari, ritme liputan 'begitu-begitu saja'. Pukul 10.00 WIB konferensi pers dokter. Di luar konferensi pers, sibuk mengejar tamu-tamu yang menjenguk penguasa Orde Baru. Komentar yang keluar dari para tamu juga dinilai 'begitu-begitu saja'.

"Kami sebenarnya jenuh, Mas. Begini-begini saja terus. Tapi ya karena perintah, mau apalagi," kata salah seorang kameramen stasiun TV nasional pada detikcom di sela-sela liputan di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, Minggu (20/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenuhnya kameramen itu ditambah sakit 'malarindu' kepada istrinya yang tinggal di luar kota. "Biasanya kalau tidak ada liputan seperti ini, saya bisa pulang kalau libur. Ini sudah setengah bulan lebih saya nggak bisa pulang," ujar pria yang beristri orang Tasikmalaya itu.

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang fotografer dari media cetak nasional. Menurutnya, liputan Soeharto akhir-akhir ini menjemukan, karena objek gambar yang diambil monoton, antara konferensi pers dan tamu yang hadir.

"Jenuh Mas, kalau gini. Gambarnya gitu-gitu aja sekarang. Kalau bisa masuk ke ruangan (Soeharto) mungkin ada banyak angle yang lain," katanya.

Reporter media cetak juga merasakan hal yang sama.Sumber informasi yang didapatkan hanya dari tim dokter melalui jumpa pers. Anggota tim dokter yang dicegat saat pulang atau datang selalu menginformasikan hal yang sama seperti dalam jumpa pers.

"Sementara kalau memberitakan orang yang datang menjenguk juga gitu-gitu aja. Apalagi mereka nggak ketemu karena tim dokter tidak mengizinkan masuk. Baru untung kalau ada yang aneh-aneh atau demo, tapi itu jarang," keluh salah seorang juru warta media cetak.




(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads