Jurnalis Penjaga Giribangun Tetap Bertahan Meski Didera Bosan

Jurnalis Penjaga Giribangun Tetap Bertahan Meski Didera Bosan

- detikNews
Sabtu, 19 Jan 2008 11:55 WIB
Karanganyar - Sejak tersiar kabar mantan Presiden Soeharto sakit dan dirawat intensif di RSPP Jakarta, puluhan jurnalis berdatangan ke Astana Giribangun. Setelah 16 hari bertahan, para 'penjaga' itu mulai diserang rasa bosan.

M Fahlafi, misalnya. Kameraman Indosiar Biro Yogyakarta yang datang membantu tim Jakarta bingung setiap kali dihadapkan pada pertanyaan berita apa lagi yang diambilnya. Sebab seiring membaiknya kondisi Pak Harto, dari hari ke hari suasana Astana Giribangun tambah adem ayem.

"Ya, begitu-begitu saja. Tapi karena tugas saya memantau, ya tiap hari tetap ngecek. Siapa tahu ada apa-apa," katanya kepada detikcom, Sabtu (19/1/2008).

Tiap malam, Fahlafi yang selama ini menginap di rumah warga di dekat areal parkir Astana Mangadeg itu, ikut berjaga laiknya karyawan Astana Giribangun. Jika tak ada apa-apa, dia kembali ke tempat penginapannya.

Sampai kapan di Giribangun? "Kabarnya sih sampai tanggal 20 Januari besok. Tapi bisa juga diperpanjang," kata Fahlafi yang asli Yogyakarta
ini.

Kru SCTV yang datang ke Giribangun sejak 4 Januari juga masih bertahan meski didera kebosanan. Mereka masih memantau Giribangun sampai ada instruksi dari Jakarta.

"Tapi ya entah kapan. Yang penting stand by di sini," ungkap salah satu kru yang menolak namanya disebutkan.

Sebagian jurnalis nasibnya masih beruntung, karena bisa digantikan tim lain dari kantornya. Namun bagi yang tak ada penggantinya, meraka harus pandai-pandai menjaga ritme. Agar tidak bosan, kadang mereka menyempatkan diri berjalan-jalan ke Tawangmangu atau Kota Solo.

Dari pantauan detikcom hari ini, situasi Astana Giribangun tidak ada yang menonjol. Mobil-mobil SNG kru stasiun televisi tetap diparkir di dekat pintu masuk Astana Giribangun, sementara jumlah warga dan jurnalis yang biasanya bersliweran mulai berkurang drastis.

(try/umi)


Berita Terkait