Jumat 18 Januari 2008 malam, misalnya, sekitar pukul 19.00 WIB suasana sepi menyelimuti Astana Giribangun. Tiba-tiba dua mobil plat B masuk dan langsung parkir di depan pintu gerbang. Dua jurnalis mendekat, yang satu bersiap dengan kamera, yang satu menyiapkan notes.
"Walah, ternyata penumpangnya teman Pak Kirno (Sukirno, Kepala Pelaksana Harian Astana Giribangun). Kirain keluarga Cendana atau Kalitan," tutur kru Indosiar Biro Yogyakarta M Fahlafi saat menceritakan pengalamannya kepada detikcom, Sabtu (19/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, orang yang memarkir kendaraannya di pintu gerbang biasanya tamu penting Astana Giribangun. Sementara tamu biasa atau pengunjung parkir di lokasi yang telah disediakan, 50 meter dari pintu gerbang.
"Saya pikir, wah dapat berita bagus nih. Eksklusif lagi, karena nggak banyak teman seperti hari-hari biasanya. Nggak tahunya malah tertipu," katanya sedikit jengkel.
Beberapa hari sebelumnya, Bambang Trihatmojo dikabarkan berada di Astana Giribangun. Para jurnalis pun memasang kamera dan bergerombol di samping pintu masuk. Setelah cek sana, cek sini, ternyata kabar itu tidak benar.
"Berani sumpah Mas, nggak ada siapa-siapa. Masak sih saya bohong," kata petugas kepolisian yang kini terpaksa pindah kantor ke Astana Giribangun.
Berdasar pantauan detikcom, sejak Soeharto dirawat di RSPP 4 Januari lalu, yang datang ke Giribangun antara lain Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Bupati Karanganyar, Bupati Wonogiri, Danrem Surakarta, dan Kepala Rumah Tangga Cendana.
(try/umi)











































