Rombongan pertama massa Sayang ini tiba di Kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Sabtu (19/1/2008) sekitar pukul 09.30 Wita. Mereka tiba dengan menumpang sebuah truk.
Setibanya di Kantor DPRD, massa Sayang yang berjumlah sekitar 50 orang ini, meneriakkan yel-yel akan tampil habis-habisan di hari yang sebelumnya dijadwalkan sebagai hari pelantikan gubernur yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain orasi, 2 pendukung Sayang diketahui juga membawa parang. Sambil berteriak, mereka mengacung-acungkan parangnya ke udara. Mereka meminta agar jagoannya segara dilantik.
Melihat massa membawa senjata tajam, Kapolresta Makassar Timur AKBP Kamaruddin langsung mendatangi truk tersebut. "Jangan bawa-bawa parang. Jangan sampai parang itu memancing massa. Jangan diperlihatkan," perintah Kapolres.
Mendengar permintaan itu, massa Sayang berkilah bahwa parang yang dibawanya itu tidak akan dipakai untuk membuat keonaran. "Kami hanya akan membela kebenaran," kilah pendukung Sayang itu.
Mendengar jawaban itu, Kapolres pun langsung kembali lagi. Anehnya, parang yang dibawa massa Sayang tidak disita.
Saat ini pengamanan di Kota Makassar sendiri sangat ketat. Sekitar 900 polisi sudah dikerahkan untuk menjaga objek-objek vital.
(ary/ary)











































