"Ini kebanggaan kami, kalau pasien yang kamu tangani bisa sembuh. Apalagi yang kami tangani adalah orang yang berjasa bagi bangsa ini," tutur dr Chris saat hendak meninggalkan RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, Sabtu (19/1/2008).
dr Chris menjelaskan, setiap harinya 10 dokter menangani Penguasa Orde Baru itu. "Sisanya adalah dokter-dokter ahli yang berasal dari RSPP, Harapan Kita, Pondok Indah, RSCM, dan rumah sakit lainnya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana cara mengatasi perbedaan pendapat? "Ya demokrasi. Yang paling demokratis itu, ya di meeting-meeting kedokteran. Karena semua usul harus ilmiah dan didasarkan pada pertimbangan keselamatan, karena menyangkut nyawa manusia," paparnya.
Saat ditanya apakah ada perbedaan penanganan antara Soeharto dengan pasien lainnya, dr Chris membantahnya. "Enggak. Penanganan setiap orang sama," pungkasnya.
(ary/mar)











































