dr Chris, baru menyadari kuncinya tertinggal di dalam mobil saat dia hendak pulang ke rumahnya di kawasan Kebayoran Baru.
dr Chris keluar dari RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, sekitar pukul 00.00 WIB, Sabtu (19/1/2008). Melihat salah seorang anggota tim dokter keluar, wartawan pun langsung mengejarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum menjawab pertanyaan wartawan, dr Chris tiba-tiba langsung balik badan menuju
RSPP lagi. Raut mukanya terlihat panik dan kedua tangannya terlihat memegang sakunya.
Dengan menaiki tangga, dr Chris pun langsung kembali masuk ke ruang kerjanya di lantai 3 RSPP. Wartawan yang sebelumnya hendak wawancara pun curiga dengan tindakan tiba-tiba dr Chris. Wartawan menduga ada sesuatu yang penting terjadi di RSPP.
"Ada apa dok? Ada apa dok?" tanya wartawan. "Kunci saya tidak ada," tukas dr Chris sesampainya di ruang kerjanya.
Setelah menggeledah ruang kerjanya sendiri, kunci mobil Xenia hijau bernopol TNI-AD 1034-45 masih misteri. "Kunci saya tertinggal di mobil," ujar dr Chris tiba-tiba.
Dia pun tidak putus asa. dr Chris lantas mengambil penggaris yang berada di atas meja kerjanya. Dia berharap dengan penggaris berukuran 50 cm itu dapat membuka kunci pintu mobilnya.
Dengan bergegas, dr Chris kembali lagi ke mobil yang terparkir di halaman RSPP. Layaknya sebagai ahli, dr Chris mencoba memasukkan penggaris itu dari sela kaca di pintu mobil.
Namun usaha dr Chris tidak seperti dia mengobati Soeharto. Setelah berulang kali dicoba, pintu mobil tetap terkunci.
Melihat aksi dr Chris gagal, wartawan mencoba menawarkan jasa antar. Namun, niat wartawan itu ditolaknya. "Enggak ah. Nanti saya tidak dibawa pulang. Tapi dibawa ke
studio," ujar dr Chris yang disambut tawa belasan wartawan.
Tawaran pun datang lagi dari wartawan media yang lain. "Naik motor saja dengan saya," ujar salah satu wartawan. Namun lagi-lagi, dr Chris menolaknya. "Enggak ah. Naik taksi saja," tutur dr Chris sembari jalan keluar dari RSPP.
Sekitar 5 menit, dr Chris menunggui taksi dari luar RSPP. Akhirnya, sekitar pukul 00.45 WIB, sebuah taksi melintas. Dengan cekatan, dr Chris langsung menyetopnya. Dia pun langsung masuk sembari pamitan dengan wartawan.
"Sampai jumpa lagi besok, ya dok..." teriak wartawan.
(ary/mar)










































