Kasus Asabri, Terdakwa Henry Leo Minta Audit Aset

Kasus Asabri, Terdakwa Henry Leo Minta Audit Aset

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 23:57 WIB
Jakarta - Terdakwa kasus dugaan korupsi Asabri Henry Leo meminta agar aset Asabri diaudit. Dia menduga aset Asabri menghilang seiring dengan diprosesnya kasus ini.

Henry mengungkapkan, setidaknya ada US$ 10 juta uang negara yang disinyalir hilang sebagai ekses kasus ini.

"Pendapat saya, tidak tertutup kemungkinan adanya kasus lain tentang hilangnya uang negara sebesar US$ 10.688.060 yang diakibatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab," papar Henry kepada wartawan di Jakarta, Jumatย  (18/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Henry juga meminta majelis hakim yang menyidangkannya untuk memerintahkan Jaksa Penuntut Umum mengungkap semua hal yang janggal dalam kasus yang didakwakan kepadanya.

Henry menjelaskan permintaannya ini didasarkan pada penilaian aset-aset yang dimilikinya dan diserahkan kepada negara.

Ia mensinyalir ada kemungkinan penggelapan dari aset-asetnya dan PT Asabri oleh pihak tertentu.

Karena ini pula, ia meminta adanya audit independen atas semua aset Asabri. Audit ini diperlukan pula untuk menegaskan ada-tidaknya kerugian negara.

Ia bersikukuh, apa yang sudah diserahkan ke Asabri sudah impas, bahkan lebih dari nilai yang ada dalam dakwaan jaksa, yakin Rp 410 miliar.

Di antara aset-aset yang diserahkan Henry, terdapat gedung Plaza Mutiara yang dikasir nilainya Rp 275 miliar, 30 aset lahan serta 2,3 Ha tanah di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta.

Dana konsesi batu bara atas nama PT. Bharinto Ekatama, juga diserahkan dengan nilai taksiran Rp 135 miliar.

(zal/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads