Hal tersebut dikatakan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Sapari dalam Jumpa Pers awal tahun 2008, di Gedung Depkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (18/1/2008).
"Jamaah yang wafat sampai hari ke-61 atau per 17 Januari 2008 sebanyak 452 orang. Turun 29 persen dibanding tahun lalu," ujar Siti.
Jamaah yang meninggal itu terdiri dari 88,9 persen jamaah resiko tinggi (risti) dan sisanya 11,1 persen non risti. Sedangkan tahun lalu pada hari ke-61 berjumlah 636.
"Penyebab kematian terbanyak penyakit sistem sirkulasi 60,2 persen. Dan penyakit sistem pernapasan 30,9 persen," katanya.
Sedangkan lokasi terjadinya kematian paling banyak di rumah sakit sebesar 38,7 persen atau 175 orang, di pondokan 36,5 persen atau 165 orang. Sedangkan di bandara 5 orang, di bus 18 orang, masjid 7 orang, dan di pesawat dan lain-lain 1 orang.
"Tenaga seluruhnya 1.761 orang, terdiri dari 306 petugas non kloter dan 1.455 petugas kloter yang menyertai jamaah haji. Mulai tahun 2007 pelayanan kesehatan ditangani seluruhnya oleh Depkes," ujar Siti.
(nwk/ary)











































