Pemburu Soeharto Mulai Bertumbangan

Pemburu Soeharto Mulai Bertumbangan

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 20:17 WIB
Jakarta - Semangat para jurnalis mengikuti perkembangan kesehatan mantan Presiden Soeharto tidak terbantahkan. Tapi, akibat kerja keras itu membawa efek kepada wartawan yang kurang menjaga diri.

Salah seorang kameramen Metro TV, Rahmat harus dilarikan ke UGD RS Pusat Pertamina sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat (18/1/2008).

Rahmat, yang sudah 9 hari meliput Soeharto itu mengaku tiba-tiba pusing dan dunia serasa berputar. "Pada saat berangkat, sebenarnya, saya sudah tidak enak badan. Tapi saya paksakan. Tapi tiba-tiba, badan saya lemas, kepala pusing, dan badan saya tiba-tiba ngedrop," tuturnya saat ditemui detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokter yang memeriksa, Rahmat diketahui terkena gejala tipus dan demam berdarah. "Sementara kita bisa deteksi gejalanya tipus. Karena panasnya sangat tinggi. Tapi mungkin juga indikasi demam berdarah. ini baru pemeriksaan awal," kata dr Nino yang memeriksa Rahmat.

Menurut dr Nino, saat ini Rahmat harus dirawat intensif. "Jika besok trombosit darahnya stabil, mungkin bisa pulang, karena gejala tipus bisa diobati dengan cara lain," tuturnya.

Saat ini, Rahmat tergolek lemas di ruang perawatan 757 RSPP. Terlihat selang infus yang dipasang di tangan kanannya.

Rahmat menduga, penyakit yang dideritanya ini akibat kurang dapat mengatur istirahat dan menjaga pola makan.

Penelusuran detikcom, selain Rahmat, 5 jurnalis juga dikabarkan terkapar setelah memburu Soeharto. Mereka adalah 1 reporter Metro TV dan 4 rekan dari ANTV.

"Ada 4 orang yang saya dengar tidak masuk hari ini, karena gejala tipus akibat meliput di sini," tutur salah seorang jurnalis dari ANTV.
(ary/ary)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads