Salah seorang kameramen Metro TV, Rahmat harus dilarikan ke UGD RS Pusat Pertamina sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat (18/1/2008).
Rahmat, yang sudah 9 hari meliput Soeharto itu mengaku tiba-tiba pusing dan dunia serasa berputar. "Pada saat berangkat, sebenarnya, saya sudah tidak enak badan. Tapi saya paksakan. Tapi tiba-tiba, badan saya lemas, kepala pusing, dan badan saya tiba-tiba ngedrop," tuturnya saat ditemui detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Nino, saat ini Rahmat harus dirawat intensif. "Jika besok trombosit darahnya stabil, mungkin bisa pulang, karena gejala tipus bisa diobati dengan cara lain," tuturnya.
Saat ini, Rahmat tergolek lemas di ruang perawatan 757 RSPP. Terlihat selang infus yang dipasang di tangan kanannya.
Rahmat menduga, penyakit yang dideritanya ini akibat kurang dapat mengatur istirahat dan menjaga pola makan.
Penelusuran detikcom, selain Rahmat, 5 jurnalis juga dikabarkan terkapar setelah memburu Soeharto. Mereka adalah 1 reporter Metro TV dan 4 rekan dari ANTV.
"Ada 4 orang yang saya dengar tidak masuk hari ini, karena gejala tipus akibat meliput di sini," tutur salah seorang jurnalis dari ANTV.
(ary/ary)











































