"Semangatnya sama, semua sepakat agar pemerintah harus serius menangani masalah ini. Obligor-obligor nakal di kejar terus," ujar Ketua FGP Priyo Budi Santoso usai rapat kordinasi Tim 13 perumus interpelasi BLBI di gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (18/1/2008).
Tim 13 terdiri dari Ketua DPR Agung Laksono dan perwakilan proporsional dari setiap fraksi, antara lain Hari Azhar Aziz (FPG), Priyo Budi Santoso (FPG), Panda Nababan (FPDIP), I Gusti Agung (FPDIP), Andi Rahmat (FPKS), Saidi Butar Butar (FPD), Drajad Wibowo (FPAN), Diah Defawatie Ande (FPBR), Azwar Anas (FKB), Jamaludin Karim (FBPD), dan Pastur HAsibuan (PDS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang dibicarakan dalam rapat tadi, tapi belum ada kesepakatan. Hanya brainstorming. Ada juga usulan untuk kategorisasi KLBI dan BLBI," cetus anggota Komisi II ini.
Mengenai kemungkinan kehadiran presiden SBY dalam sidang paripurna interpelasi, Priyo mengatakan, hal itu belum disepakati fraksi-fraksi. "Tadi tidak dibahas soal itu. Tapi dalam tatib, tidak ada kewajiban presiden harus hadir. Bisa diwakilkan," ujarnya.
Sedangkan Wakil Ketua FPAN Drajad Wibowo menegaskan perlunya kehadiran Presiden SBY dalam sidang paripurna interpelasi tersebut. "Sebaiknya hadir. Sebab presiden dapat ikut mengambil in charge dalam penyelesaian kasus ini," kata Drajad.
Rapat kordinasi Tim 13 rencananya akan dilanjutkan pada Senin 21 Januari 2008 Sementara hasil rumusan substansi interpelasi ditargetkan rampung pada Kamis 24 Januari 2008 dan diserahkan kepada pemerintah esoknya.
(rmd/ary)











































