Indra Setiawan: Polly Agen BIN

Indra Setiawan: Polly Agen BIN

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 17:48 WIB
Jakarta - Mantan Dirut Garuda Indra Setiawan menyerang Pollycarpus. Dia menyatakan kalau terdakwa PK Munir itu adalah agen BIN.

"Sampai saat saya terima surat, saya tahu dia orang BIN," kata Indra dalam persidangan di PN Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Jumat (18/1/2007).

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Heru Pramono dengan agenda pemeriksaan terdakwa ini, Indra menuturkan dirinya ketika menerima surat dari BIN yang dibawa oleh Pollycarpus langsung merespons isi surat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Surat itu ditandatangani wakil kepala BIN (As'ad), ada nomor dan tanggalnya. Dan saat surat saya terima itu dari institusi resmi," jelasnya.

Berdasarkan pengakuan Indra, pada Juni atau Juli 2004, dia bertemu dengan Pollycarpus di Restoran Bengawan, Hotel Sahid. Polly membawa surat penugasan dari BIN.

"Jadi waktu itu saya berpikir Polly orang BIN dan ini ada tugas negara," tegasnya lagi.

Namun dia mengaku surat itu hilang pada Jumat 31 Desember 2004 di halaman parkir Hotel Sahid saat dirinya tengah salat Jumat. "Surat ini sangat rahasia jadi saya bawa terus dan tidak diarsipkan ke kantor,"
ujarnya.

Indra yang mengaku tertekan dengan stigma kalau dia terlibat dalam konspirasi mengaku, dirinya mau membuka hal ini sekarang karena pengungkapan kasus Munir adalah tugas negara.

Salah seorang anggota majelis hakim Makasau bertanya, kenapa Indra tidak mau mengungkapkan sejak dahulu. Padahal dalam persidangan Pollycarpus 2006 lalu dia bersaksi.

"Karena waktu itu tidak ada yang mengungkit soal surat," imbuhnya.

Namun hakim Makasau tetap mencecar Indra mengenai alasannya itu. "Saya pas saja," tambah Indra tak mau menjawab lagi.

Indra kemudian menjelaskan memang sudah kewenangannya bisa memberikan penugasan langsung kepada Polly karena hal itu ada dalam AD/ART. "Itu sudah kewajiban melaksanakan surat dari BIN itu, tapi wallahi saya tidak tahu ada apa di balik tugas itu," jelasnya.

Sedikit bercerita, Indra mengaku dia mengenal Polly sejak 2003 lalu saat ramai demo pilot Garuda. Dan saat itu Polly kerap memberikan saran mengenai persoalan itu. "Dia juga suka memberikan saran mengenai persoalan keamanan," tandasnya.
(ndr/ary)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads