Ketujuh parpol tersebut adalah PDIP, PPP, PKPB, PBR, PBB, PKB, dan PDS. Deklarasi yang dibacakan oleh Ketua PKPB Udin Koswara, disaksikan oleh ribuan anggota dan simpatisan ketujuh parpol. Pasangan ini adalah paket kedua yang resmi dideklarasikan, setelah sehari sebelumnya pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana dideklarasikan.
Di hadapan ribuan pendukungnya, Agum dan Nu'man yang sama-sama mengenakan setelan hitam putih menyatakan kesediaannya berlaga dalam Pilkada Jabar yang akan diselenggarakan pada 13 April mendatang.
"Demi Jawa Barat dan juga merespons keinginan masyarakat, maka saya siap menjadi cagub," ujar Agum. Dia menambahkan, alasan bersanding dengan Nu'man karena ekspektasi masyarakat Jabar terlalu besar kepada dirinya, sehingga dia membutuhkan orang yang berpengalaman dan mengetahui permasalahan Jabar.
"Saya tidak bisa berleha-leha. Saya harus berlari mengejar Jabar daru ketertinggalan," tegasnya.
Sementara Nu'man yang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar mengatakan, status calon incumbent yang disandangnya karena perspektif dan kalkulasi politik yang ada.
Deklarasi ini dihadiri para pimpinan DPW setiap partai. Namun Ketua DPW PDIP Rudi Harsa Tanaya tidak terlihat batang hidungnya.
Meski pencalonan Agum-Nu'man didukung PDIP, Rudi sebelumnya mengaku kecewa atas putusan itu. Namun, untuk kepentingan partai, dia menyatakan akan mengamankan putusan DPP PDIP tersebut. Padahal sesuai SK DPP PDIP pertama, dirinyalah yang seharusnya bersanding dengan Agum pada Pilkada Jabar.
Menurut Sekretaris DPW PPP, Amin Suparmin, kemungkinan besar pendaftaran pasangan "Aman" ke KPU akan dilakukan Sabtu 19 Januari 2008. (ern/sss)











































