Calon TKI itu bernama Kernesi. Tenaga kerja asal Karawang, Jawa Barat, berusia 22 tahun itu nekat loncat dari lantai dua setinggi 15 meter, pada Jumat (18/1/2008) dinihari, di Kampung Melayu Kecil RT 10/10, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Kepada wartawan, Kernesi mengaku sering disiksa oleh penyalurnya, Murniati, yang baru mengontrak rumah penampungan tersebut pada September 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya, kaki kanan korban patah dn berdarah," kata Feri kepada detikcom di rumahnya, Jumat, (18/1/2008).
Setelah jatuh, Nesi segera diamankan di rumah Pak RT. Tidak lama kemudian polisi datang menggerebek rumah tersebut dan menggelandang Murni ke Polsek Tebet. Ikut digiring bersama Murni 12 calon TKW. Adapun korban segera di larikan ke RSCM untuk mendapat pengobatan lebih lanjut.
Menurut Feri, Kesi tidak kerasan tinggal di penampungan tersebut karena sering dipukul Murniati.
"Cerewetnya minta ampun," kata Feri menirukan kata-kata korban.
Bahkan, Feri dan tetangga-tetangga lainnya sering mendengar kata-kata kasar. Dari rumah itu juga ditemukan 12 anak-anak di bawah umur yang akan dijadikan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Timur Tengah. Kini Murni bersama 12 calon TKI yang digiring ke Polsek Tebet terus menjalani pemeriksaan.
(asp/ana)











































