Selebaran gelap mengatasnamakan saksi dari BIN Budi Santoso (BS) beredar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Jumat (18/1/2008). Entah siapa yang menaruh, setumpuk tebal kertas tergeletak di luar ruang sidang.
Para pengunjung dan wartawan yang meliput sidang kasus Munir dengan terdakwa Indra Setiawan, tiba-tiba menemukan kertas selebaran itu di sebuah bangku di depan ruang sidang.
"Tidak tahu asalnya dari mana. Tadi saya liat seorang pria paruh baya, berkacamata, dan memakai kemeja putih menaruhnya begitu saja," ujar Moe, seorang wartawan media cetak yang meliput sidang kasus Munir itu.
Para wartawan dan pengunjung pun lantas berebut melihat isi selebaran itu. Dan memang sehelai kertas putih itu berkop The Indonesian Embassy Islamabad Pakistan dengan lambang Garuda.
Seperti diketahu dikabarkan BS saat ini sedang bertugas ke Pakistan. Dalam selebaran itu tertulis komentar BS yang menyerang polisi karena telah mengubah dan merekayasa isi BAP dan kemudian mengeksposenya.
Pada selebaran itu juga tertulis BS mengaku datang ke Mabes Polri untuk di BAP pada Oktober 2007 lalu atas perintah Sudi Silalahi. Dan jabatan Sudi dituliskan di selebaran itu sebagai Mensesneg.
Tidak diketahui apa maksud selebaran ini. Namun seorang wartawan di salah satu media cetak menuturkan, pada Kamis Malam, 17 Januari 2008, kantornya menerima fak yang isinya serupa dengan selebaran ini.
Namun setelah ditelusuri, asal fak itu berasal dari sebuah wartel di Tebet, Jakarta Selatan. Dan juga nomor telepon seluler BS yang tercantum di akhir pernyataan yakni 085878871002 tidak dapat dihubungi. (ndr/ana)











































