"Kadang banyak pejabat yang penting di posisi strategis ingin direkrut BIN," kata Rizal di persidangan kasus Munir dengan terdakwa Dirut Garuda Indra Setiawan di PN Jakpus, Jl Gajam Mada, Jakarta, Jumat (18/1/2007).
Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Heru Pramono ini, Rizal adalah saksi yang meringankan untuk Indra.
"Selepas saya menjadi menteri tahun 2001 lalu, Kepala BIN waktu itu juga pernah menawari saya menjadi penasihat ekonomi BIN," tambahnya. Ditawari jadi bagian dari institusi intelijen, Rizal menolak. "Saya bilang terima kasih, itu bertentangan dengan akademik," imbuhnya.
Rizal juga menjelaskan mengenai kawannya yang menuturkan hal serupa. "Teman saya ada yang bercerita kalau dia direkrut," tuturnya tanpa mau menyebut siapa nama rekannya itu.
Dia melanjutkan, bila seorang direkrut tentunya akan ada surat. "Tapi di seluruh dunai intelijen memang begitu," tegasnya.
Sementara itu saksi ahli lainnya, Kamis Martono, menuturkan mengenai avian security terkait pengawasan penerbangan.
"Tapi itu terkait intelijen atau tidak, itu di luar pengetahuan saya," imbuhnya.
Saat ditanya apakah wajar bila seorang avian security seperti halnya Pollycarpus menemui mekanik di Singapura.
"Kalau terkait masalah mesin tidak ya, tapi kalau keamanan mungkin saja," ujarnya. (ndr/ana)











































