"Itu biasa sekali BIN sebagai intelijen sering meminta memang sering meminta bantuan masalah security kepada lembaga negara lain, di seluruh dunia lembaga intelijen memang begitu," kata Rizal dalam persidangan di PN Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Jumat (18/1/2007).
Hal ini disampaikan Rizal menjawab pertanyaan kuasa hukum Indra, Antawirya J Dipodiputra mengenai kemungkinan adanya permintaan BIN kepada Garuda.
Dia menambahkan apalagi Garuda adalah perusahaan aset nasional, tentunya bantuan yang dimintakan ada kaitannya dengan implikasi keamanan.
"Kalau menyangkut hal strategis surat dikirimkan langsung ke Dirut, juga ke atasannya," imbuhnya.
Lebih lanjut dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Heru Pramono ini, Rizal menjelaskan permintaan itu dikirimkan melalui surat dan biasanya akan segera dilaksanakan.
"Kalau BIN meminta pasti segera dikerjakan, itu dalam konteks tugas negara. Repot kita kalau tidak melaksanakan, takut semua. Kepala BIN itu kan setingkat menteri," jelasnya.
(ndr/ana)











































