Massa Sayang Ancam Lumpuhkan Obyek Vital, Provokator Dipukuli

Massa Sayang Ancam Lumpuhkan Obyek Vital, Provokator Dipukuli

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 10:30 WIB
Makassar - Situasi di Makassar, Sulawesi Selatan, memanas. Massa Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menyebar mendatangi sejumlah obyek vital dan akan melumpuhkannya.

200 Pendukung Sayang mendatangi Bank Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (18/1/2008) pukul 10.00 Wita.

Gedung itu sudah dijaga 30 personel kepolisian. Massa lalu menggelar orasi di depan Gedung BI. Sementara aktivitas di BI masih normal dan karyawan tetap masuk kerja.

"Sayang harus dilantik 19 Januari. Jika tidak, ancaman kami untuk membuat rusuh Makassar akan dilakukan untuk melumpuhkan tempat-tempat vital di Makassar," kata seorang orator.

Tiba-tiba ada lemparan botol air meneral ke arah massa Sayang. Botol itu dilempar dari arah lapangan Karebosi yang sedang direvitalisasi. Lapangan itu ditutup seng warna biru.

"Siapa itu yang melempar, jangan main belakang," teriak massa Sayang sambil melongok ke balik pagar seng.

Situasi bertambah memanas saat 1 pemuda yang terbalut kaos warna biru
dipukuli massa.

"Itu provokator, jangan pancing massa ya," kata seorang pendemo sambil melayangkan pukulan ke punggung pemuda itu. Beruntung polisi segera mengamankan pria tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, obyek vital yang akan didatangi antara lain PLN, Bandara Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno-Hatta, DPRD Sulsel, kantor dan rumah dinas Gubernur Sulsel dan tempat stategis lainnya seperti Mal Ratu Indah. (aan/sss)


Berita Terkait