Walikota Jaksel: Bukan Penggusuran, Tapi Relokasi!

Pasar Barito

Walikota Jaksel: Bukan Penggusuran, Tapi Relokasi!

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 08:24 WIB
Jakarta - Bangunan Pasar Barito sudah hancur dan rata dengan tanah. Para pedagang pun kecewa dengan kegiatan yang dinilai sepihak itu.

Saat bangunan pasar mulai dirubuhkan pada Jumat (18/1/2008) pukul 06.00 WIB, sempat diwarnai aksi dorong-dorongan antara pedagang dengan Satpol PP. Bahkan ada ibu yang terinjak dan pedagang lain yang kena pukul Satpol PP.

Wakil Walikota Jaksel Budiman Simarmata menegaskan, yang terjadi di Pasar Barito bukanlah penggusuran melainkan relokasi. Berikut petikan wawancara wartawan dengan Budiman di Pasar Barito, Jakarta Selatan.

Standar penggusuran seperti apa?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini bukan penggusuran tapi relokasi di tempat yang baru.

Sosialisi seperti apa?


Kita publikasi sudah lama dari awal Januari hingga 17 Januari. Dan janjinya pemerintah yang menentukan kapan jamnya. Seharusnya kemarin, tapi baru kita laksanakan sekarang.

Standarisasi penertiban bagaimana, karena tadi ada ibu yang terinjak dan warga yang kena pukul oleh Satpol PP?

Dari awal saya sudah mengarahkan, kita tidak menertibkan orang tapi bangunan. Kalau terjadi seperti itu berarti kelalaian petugas.

Warga masih tidak mau direlokasi, apakah tempat yang baru tidak layak?

Relokasi itu sangat layak sebenarnya. Memang ukurannya 2X2 meter, tapi di sana ada selasarnya 2 meter.

Bukankah tempat relokasinya masih dibangun dan belum selesai, lalu mengapa di sini sudah digusur?

Dijamin, kalau saat ini pun mereka mau direlokasi, kita sudah siap memberi nomor urut. Kita jamin di sana air dan listrik sudah ada, tempatnya pun sudah layak.

Tempat baru bagi pedagang Pasar Barito adalah di daerah Radio Dalam. Lokasi pasar ini kurang lebih 500 meter dari jalan raya sehingga dinilai kurang strategis. Hingga kini, pembangunan pasar untuk relokasi tersebut belum selesai.
(nvt/umi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads