Sebelumnya jargon yang sempat diperkenalkan bukan Da'i melainkan Pusdai (pamimpin urang salarea Danny-Iwan).
Deklarasi yang diselenggarakan di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kamis (17/1/2008), ini dihadiri ratusan fungsionaris Partai Golkar dan Partai Demokrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Danny dan Iwan sama-sama berkumis, sama-sama punya pengalaman memimpin Jabar. Apalagi nama keduanya pun mendukung, Da'i, yang artinya guru," tuturnya.
Hal sama juga diungkapkan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Yayas Sacawirya. Menurutnya Golkar dan Demokrat itu satu, tidak bisa dipisahkan.
"Da'i itu artinya Danny anu Iwan, atau sebaliknya Iwan anu Danny, jadi Golkar dan Demokrat satu," celotehnya yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.
Dia berharap mesin politik di kedua partai berjalan dengan baik untuk menyukseskan Pilkada Jabar yang sudah di depan mata.
Sementara itu, Danny Setiawan mengatakan, tidak mudah memimpin Jabar. Karenanya, dia berharap gelaran Pilkada Jabar mendatang tidak menjadi ajang pemecah belah. "Saya memilih Iwan karena konsentrasi kami berdua sama dan platform kami pun sama," ujarnya.
Pada pukul 15.30 WIB, Danny dan Iwan bersama rombongan langsung menuju ke kantor KPUD Jabar, Jalan Garut untuk mendaftar mengikuti Pilkada yang digelar 13 April mendatang.
(ern/umi)











































