Apalagi keputusan membeli TV mewah itu tidak meminta persetujuan dari anggota.
"Sekjen DPR dan BURT acap kali melakukan kebijakan yang fait accompli DPR. Kesannya untuk kesejahteraan anggota, padahal sarat kepentingan terselubung yang merugikan citra DPR," kata anggota FPG Yuddy Chrisnandi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pimpinan harus turut bertanggung jawab atas rusaknya citra DPR akibat ulah BURT dan Sekjen, harus diambil langkah-langkah untuk menertibkan indikasi kolusi itu," ujarnya.
Yuddy juga meminta pada KPK dan BPK untuk memeriksa proyek-proyek yang dilakukan Setjen, mulai dari pembangunan pagar, renovasi rumah dan proyek baru yang terus dilakukan. Langkah ini untuk menghindari penyalahgunaan dan semakin rusaknya citra DPR. (umi/sss)










































