Dalam wawancara dengan televisi Bloomberg, Hillary (60) menyinggung komentar Obama (46) bahwa dia tidak memandang pekerjaan presiden sebagai "perwira pelaksana."
"Menjadi presiden bukan memastikan jadwal-jadwal terlaksana dengan baik. Menjadi presiden membutuhkan visi tentang ke mana negeri ini akan dibawa," kata Obama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penting bagi kita memiliki presiden yang mengerti kalau dia harus mengelola pemerintahan," kata Hillary seperti dilansir Bloomberg.com, Kamis (17/1/2008).
Menurut mantan ibu negara AS itu, bangsa Amerika membutuhkan presiden yang berbuat lebih dari sekadar menetapkan tujuan-tujuan.
Juru bicara Hillary, Phil Singer, mengisyaratkan mereka berniat untuk terus mempertanyakan pengalaman Obama menjelang ajang pemilihan berikutnya. Kubu Hillary juga akan mengirimkan e-mail yang menekankan komentar-komentar Hillary di situs web YouTube.
Juru bicara Obama, Bill Burton, memberikan tanggapan atas pernyataan Hillary tersebut. "Clinton mungkin yakin bahwa ini ajang untuk siapa yang paling baik menjadi kepala negara, namun Barack Obama yakin negara ini mencari presiden yang memiliki kepemimpinan, visi dan kemampuan menyatukan rakyat dengan berbagai pandangan," katanya.
Sebelumnya dalam debat partai di Las Vegas, Obama dan Hillary sepakat untuk tidak meributkan soal ras dan gender dalam kampanye ini. (ita/sss)











































