Jaksa Agung Tidak Berani Bocorkan Keinginan Keluarga Cendana

Jaksa Agung Tidak Berani Bocorkan Keinginan Keluarga Cendana

- detikNews
Rabu, 16 Jan 2008 19:31 WIB
Jakarta - Jaksa Agung Hendarman Supandji menemui keluarga Cendana di RSPP saat Pak Harto dinyatakan kritis pada 12 Januari 2008 dini hari. Jaksa Agung bertemu anak-anak Pak Harto. Namun, Hendarman tak mau membocorkan apa pernyataan keluarga Cendana saat itu.

Saat ditemui wartawan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2008), Hendarman mengaku dalam pertemuan selama 1 jam itu dirinya bertemu keluarga Cendana dan Try Sutrisno.

"Saya ketemu dengan Mbak Tutut, Mbak Titiek. Saya ketemu mas Bambang Tri, saya ketemu dengan Mas Tommy, Pak Try Sutrisno," beber dia.
Β 
Apa yang disampaikan keluarga? "Wah saya nggak berani ngomong," elak Hendarman.
Β 
Seusai pertemuan, saat itu, Hendarman mengaku kedatangannya ke RSPP atas perintah Presiden SBY untuk membicarakan kemungkinan penyelesaian kasus perdata Soeharto di luar pengadilan (out of court settlement). Namun, ternyata langkah Hendarman ini dikritik banyak orang, karena dinilai tidak etis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seskab Sudi Silalahi
telah membantah bahwa kedatangan Hendarman untuk menawarkan out of court settlement itu atas inisiatif Presiden SBY. Yang benar, SBY memerintahkan Hendarman untuk menemui keluarga Cendana untuk menyelami apa kemauan mereka. Sebab, informasi dari Wapres Jusuf Kalla, keluarga Cendana menginginkan proses hukum Pak Harto diselesaikan saat itu juga.

Terserah Presiden



Sementara itu, ditanya mengenai permintaan pengacara Soeharto agar gugatan pemerintah terhadap kliennya dicabut, Hendarman menyerahkan sepenuhnya kepada presiden SBY. Sebab, gugatan itu dilayangkan Kejagung berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) dari presiden.
Β 
"Presiden kan masih memberi kuasa kepada saya. Sidang masih jalan toh? Pemberi kuasa belum pernah memerintahkan saya untuk mencabut (gugatan)," tandasnya. (irw/asy)


Berita Terkait