Juru kunci (kuncen) Astana Giribangun, Sukirno, menegaskan hingga sekarang belum ada instruksi dari keluarga Cendana maupun dari Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan Solo. Pegawai makam hanya melakukan kegiatan rutin, yakni membersihkan sekitar kompleks makam.
Namun, Sukirno membenarkan bahwa pihaknya sudah menutup kompleks makam Astana Giribangun untuk peziarah masyarakat biasa. Penutupan dilakukan hingga dalam waktu yang tidak terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, semua kegiatan rutin para pegawai makam tidak berubah. Semua pegawai bekerja normal seperti biasa. Hanya saja untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, ada beberapa petugas dari Koramil dan Polsek Matesih.
"Semua kerja biasa. Yang di dalam juga membersihkan bagian dalam. Yang di luar ya membersihkan halaman luar. Ini kan musim hujan rumput di luar cepat sekali tumbuh tinggi," kilah Sukirno yang sudah bekerja menjadi penjaga makam keluarga Cendana lebih dari 30 tahun itu.
Dia mengatakan sampai sekarang belum ada perintah dari Cendana maupun dari Ndalem Kalitan semenjak Pak Harto dirawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta. Kedatangan kepala rumah tangga Cendana, Yongki pada hari Selasa kemarin hanya berziarah saja dan tidak membawa pesan khusus. "Tidak ada instruksi dari sana. Semua masih normal dan bekerja rutin seperti biasanya," pungkas Sukirno. (bgs/asy)











































