Kapal dengan nakhoda Syamsudin diawaki 16 orang itu bertolak dari pelabuhan Panjang, Bengkulu, dengan rencana pelabuhan tujuan Sampit, Palangkaraya. Kapal tersebut membawa pupuk gapsa reactive phosphate 1.714 ton.
Demikian penjelasan tertulis Dispenarmabar pada detikcom,Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal tersebut adalah milik keagenan PT Sarana Bahari Prima Jakarta sampai saat ini masih berada di perairan Tanjung Balok Muara Brondong Kabupaten Indramayu sekitar 0,5 mil dari Pantai Tanjung Balok Muara Brondong.
Keberadaan muatan kapal dan seluruh ABK dalam keadaan selamat, lengkap dan aman serta dukumen surat-surat kapal masih berada di Kantor Syahbandar Kabupaten Indramayu. (zal/nrl)











































