"Pernyataan Abdul Basit kemarin hanya kompromi untuk meredam kemarahan umat Islam. Pernyataan itu belum menyentuh substansi karena mereka masih meyakini Mirza Ghulam Ahmad adalah Muhammad yang dimaksud dalam syahadat," kata pimpinan rapat FUI, Ma'ruf Amin.
Hal ini dikatakan oleh pria yang menjabat Ketua Bidang Fatwa MUI itu usai menggelar jumpa pers di kantor MUI, kawasan Masjid Istiqlal, Jl Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada wartawan Sekjen FUI Khathah juga menunjukkan buku Tadzikirah. Dia menjelaskan menjelaskan pasal-pasal yang mengatakan bahwa Ahmadiyah masih meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir.
"Kami mendesak pemerintah untuk segera membubarkan. Atau pilihannya melakukan tobat yang benar," tegas Ma'ruf.
"Kita beri waktu 30 hari. Bila Ahmadiyah masih tetap, kami akan mengundang umat Islam seluruh dunia untuk membubarkan paksa," ancam Abdul Rahman Assegaf, salah satu anggota FUI.
(ana/sss)











































