Mereka berhasil merangsek masuk ke halaman rumah dinas. Bahkan sempat mengetuk-ngetuk pintu rumah Gubernur Sulsel Amir Syam yang juga rival Sayang dalam pilkada. Namun tidak ada satu orang pun yang keluar dari rumah itu.
Aksi pendukung Sayang ini di luar dugaan aparat yang semula berjaga penuh di kompleks rumah pejabat gubernur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena hanya dijaga sekitar 20 polisi, ribuan pendukung Sayang ini sekitar pukul 15.40 WIB, Rabu (16/1/2008) dengan leluasa masuk ke rumah yang berada di Jalan Sam Ratulangi, Makassar.
Begitu pagar dibuka, mereka langsung merangsek masuk dan mengepung rumah Amir Syam. Pintu pun diketuk-ketuk, namun tidak ada satu orang pun yang keluar. Dari informasi yang dihimpun detikcom, Amir Syam telah meninggalkan rumah dinasnya sejak 5 hari yang lalu.
Polisi tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menyaksikan ulah pendukung Sayang yang mulai beringas. Untungnya tidak terjadi aksi anarkis.
Setelah 20 menit berada di halaman rumah gubernur, massa kemudian meninggalkan lokasi.
Namun sebelumnya sempat terjadi insiden penurunan bendera merah putih hingga setengah tiang di halaman rumah gubernur oleh beberapa pendukung Sayang. Aksi ini memicu keramahan seorang anggota Satpol PP, sehingga mereka terlibat keributan.
Pendukung Sayang yang menyaksikan keributan dari luar gerbang menduga terjadi aksi pemukulan, sehingga mereka sempat ribut. Namun polisi segera mengamankan anggota Satpol PP itu dari amukan pendukung Sayang.
Pendukung sayang kemudian melanjutkan konvoi dengan sepeda motor dan truk. Mereka berkonvoi di jalan-kalan utama di Kota Makassar.
Sambil berkonvoi mereka berteriak dan dengan yakin mengumumkan kepada warga bahwa tanggal 19 Januari 2008 akan dilantik pasangan Sayang sebagai gubernur dan wakil gubernur. (umi/sss)










































