Suami Yanti Akan Mengadu ke SBY

TKW Dieksekusi Mati

Suami Yanti Akan Mengadu ke SBY

- detikNews
Rabu, 16 Jan 2008 15:02 WIB
Jakarta - Keluarga Yanti Iriyanti, TKW yang dieksekusi mati karena membunuh majikannya di Arab Saudi,Β  menuntut pemerintah agar memulangkan jenazah Yanti.

Mendengar berita kedatangan Presiden SBY dengan sejumlah menteri di Depnakertrans, suami Yanti Iriyanti, Sugiono, pun ingin bertemu.

Sugiono yang tiba di Depnaker pukul 14.00 WIB bersama kedua anaknya Widi (5) dan Sulton (3), ingin mengemukakan segala uneg-unegnya kepada SBY. Sugiono pun rela menunggu rapat yang baru dimulai pukul 13.00 WIB selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin ketemu Pak SBY saja. Saya mau minta agar (jenazah) istri saya dipulangkan dan hak-hak istri saya dipenuhi. Saya minta pemerintah bertanggung jawab," katanya di kantor Depnakertrans, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

Sugiono yang sehari-hari menjadi pedagang asongan di Terminal Cianjur mengatakan, pemerintah dalam hal ini KBRI kurang bertindak cepat untuk menangani kasus istrinya. Dirinya baru mengetahui bahwa Yanti dihukum mati justru dari berita di TV. Sehari kemudian baru datang utusan Deplu untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Yang disesalkan Sugiono, jauh sebelum ini, tidak pernah ada pemberitahuan bahwa Yanti terlibat kasus hukum dengan ancaman hukuman mati.

Komunikasi terakhir dengan Yanti pada tahun 2006, istrinya berjanji akan pulang dalam waktu dekat. Dalam pembicaraan terakhir itu, Yanti menyinggung bahwa dirinya dituduh majikan mencuri perhiasan. Tetapi Sugiono tidak pernah mengira tuduhan itu berbuntut ke pengadilan yang akhirnya menjatuhkan vonis mati kepada istrinya.

Sugiono pun membandingkan kejadian istrinya dengan TKI lainnya yang juga tertimpa masalah hukum. Sepengetahuannya, begitu diproses secara hukum, ada pemberitahuan dari pihak Deplu. Dan KBRI pun akan memberikan bantuan pendampingan bagi terdakwa selama pengadilan berjalan. Ia menduga hal ini tidak terjadi kepada Yanti hingga akhirnya Yanti pun dihukum mati.

"Kejam banget seperti binatang. Pokoknya jangan sampai ada lagi yang nasibnya seperti istri saya. Tidak ada apa-apa tapi dieksekusi begitu saya," harap Sugiono.

Sugiono mengaku sudah mendapat uang santunan dari Depnakertrans senilai US$ 7.000 dan dari PJTKI yang mengirimkan Yanti sebesar Rp 20 juta.

Hingga pukul 15.00 WIB, SBY masih menggelar rapat dengan para menteri kabinetnya. Sugiono menunggu SBY di gedung sebelah tempat SBY akan mengadakan jumpa pers usai rapat. (ziz/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads