Aksi mereka diawali saat massa bertekad naik ke lantai 2 kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (16/1/2008) pukul 15.20 WIB. Sebelumnya di depan aparat, mereka berorasi di atas drum.
Di lantai itulah Gubernur Sulsel Amir Syam yang juga rival Sayang dalam pilkada berkantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung aksi ini tidak berlanjut lama. Sebab sekitar 20 perwakilan pendukung Sayang yang diterima Sekprov Andi Muallim keburu turun dari lantai 2.
Mereka mengabarkan kepada kawan-kawannya bahwa Sekprov telah bersedia menandatangani persetujuan menolak caretaker gubernur jika Sayang tidak dilantik pada Sabtu 19 Januari nanti.
Setelah mendapat kepastian, sekitar 1.000 pendukung Sayang akhirnya meninggalkan kantor gubernur. Mereka kemudian berjalan ke kantor DORD Sulsel yang berjarak sekitar 400 meter. Di DPRD mereka bergabung dengan sekitar 4.000 massa pendukung Sayang lainnya.
Sambil memukul meja dan benda-benda yang ada di sekeliling mereka, pendukung Sayang berteriak-teriak agar DPRD menolak caretaker dan segera melantik jagoannya. Sebab dalam putusan MA, tidak ada kata-kata yang membatalkan hasil pilkada yang ditetapkan KPUD.
MA hanya mengabulkan gugatan subsider Amir Syam, yakni mengulang pilkada di empat kabupaten. Sedangkan gugatan primer Amir agar ketetapan KPUD dibatalkan tidak diterima.
Untuk mendapat kepastian dari DPRD, pendukung Sayang bertekad menduduki gedung DPRD hingga 19 Januari nanti. (umi/sss)











































