Mereka berunjuk rasa ke kantor PBB di Gedung Menara Thamrin, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2008).
Para pendemo terdiri dari Gabungan Pemuda Penerus Amanat Proklamasi Indonesia, Gerakan Masyarakat untuk Pendidikan Politik Hukum dan HAM, LBH Proklamasi, dan Persaudaraan Muslim Sedunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyatakan bahwa temuan PBB dalam laporan Stolen Asset Recovery Initiative (StAR), tidak ditemukan adanya bukti kejahatan korupsi yang dilakukan Soeharto.
Menurut koordinator aksi, Arman Remi, pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan PBB. Namun perwakilan PBB belum bisa memberikan jawaban karena bukan otoritasnya untuk mengambil kebijakan demi memenuhi tuntutan para pendemo tersebut.
PBB berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut ke PBB pusat di New York, Amerika Serikat.
"Tapi kami minta dalam tempo 2 x 24 jam, mereka harus sudah ada balasan atas demo kami. Kalau ini tidak direspons, kami akan datang lagi karena tuduhan mereka tidak ada bukti. Ini rekayasa dan bohong. Untuk itu kami minta mereka minta maaf kepada Pak Harto selagi dia masih hidup," katanya berapi-api.
Dalam aksi tersebut, lalu lintas depan Menara Thamrin sempat macet merayap sepanjang 500 meter arah Monas. Sedangkan arah Blok M, juga macet namun bukan karena aksi tersebut. (ziz/nrl)











































