PBB Didemo, Disuruh Minta Maaf Kepada Soeharto

PBB Didemo, Disuruh Minta Maaf Kepada Soeharto

- detikNews
Rabu, 16 Jan 2008 13:58 WIB
Jakarta - Beberapa waktu lalu, PBB dan Bank Dunia menyatakan Soeharto merupakan pemimpin terkorup di dunia. Merasa hal tersebut tidak benar, puluhan orang meminta PBB dan Bank Dunia meminta maaf kepada Soeharto.

Mereka berunjuk rasa ke kantor PBB di Gedung Menara Thamrin, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2008).

Para pendemo terdiri dari Gabungan Pemuda Penerus Amanat Proklamasi Indonesia, Gerakan Masyarakat untuk Pendidikan Politik Hukum dan HAM, LBH Proklamasi, dan Persaudaraan Muslim Sedunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksinya, mereka membawa masing-masing bendera organisasinya dan berbagai poster. Salah satu poster bertuliskan "PBB harus minta maaf kepada rakyat Indonesia", "PBB antek-antek Amerika Serikat" dan poster berbahasa Inggris "PBB and World Bank is a devil."

Mereka menyatakan bahwa temuan PBB dalam laporan Stolen Asset Recovery Initiative (StAR), tidak ditemukan adanya bukti kejahatan korupsi yang dilakukan Soeharto.

Menurut koordinator aksi, Arman Remi, pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan PBB. Namun perwakilan PBB belum bisa memberikan jawaban karena bukan otoritasnya untuk mengambil kebijakan demi memenuhi tuntutan para pendemo tersebut.

PBB berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut ke PBB pusat di New York, Amerika Serikat.

"Tapi kami minta dalam tempo 2 x 24 jam, mereka harus sudah ada balasan atas demo kami. Kalau ini tidak direspons, kami akan datang lagi karena tuduhan mereka tidak ada bukti. Ini rekayasa dan bohong. Untuk itu kami minta mereka minta maaf kepada Pak Harto selagi dia masih hidup," katanya berapi-api.

Dalam aksi tersebut, lalu lintas depan Menara Thamrin sempat macet merayap sepanjang 500 meter arah Monas. Sedangkan arah Blok M, juga macet namun bukan karena aksi tersebut. (ziz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads