Malamnya, Presiden SBY menerima telepon dari JK. Dalam telepon itu, JK menyampaikan permintaan khusus dari keluarga Cendana. Telepon inilah yang kemudian terus berkembang dan berakhir dengan perdebatan penyelesaian kasus perdata Soeharto di luar sidang (out of court settlement).
Bagaimana kelanjutan kisah ini? Seskab Sudi Silalahi membeberkan kronologi kisah itu dalam jumpa pers sebelum menghadiri rapat kabinet terbatas di kantor Depnakertrans, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana kronologi sampai munculnya perdebatan mengenai penyelesaian kasus perdata Soeharto?
Pada saat Presiden berada di Malaysia pada 11 Januari, beliau menerima telepon
dari Wapres Jusuf Kalla sekitar pukul 23.30 WIB.
Wapres menyatakan, dirinya baru saja menerima telepon dari mantan Wapres Try Sutrisno yang menyatakan pihak keluarga (Soeharto) menginginkan agar malam ini juga kasus Pak Harto diselesaikan.
Atas desakan tengah malam ini, Presiden meminta Jaksa Agung untuk menemui pihak keluarga. Tujuannya adalah menanyakan yang dimaksud dengan penyelesaian hukum itu seperti apa.
Keesokan harinya, Jaksa Agung menyampaikan laporan hasil pertemuannya kepada Presiden.
Apa yang dilaporkan Jaksa Agung tentang keinginan keluarga Soeharto?
Saya tidak mau mengomentari soal itu. Tidak etis pada saat kondisi Pak Harto seperti sekarang ini kita membicarakan masalah hukum Pak Harto.
Tetapi yang jelas tidak ada keinginan pemerintah dalam situasi demikian mengungkit-ungkit masalah itu. Justru yang menjadi keinginan Presiden selama ini adalah bagaimana tim dokter menangani Pak Harto.
Jadi tidak benar bahwa kita menawarkan soal kompensasi dan sebagainya. Juga tidak pernah ada menolak tawaran damai.
Sekali lagi yang dilakukan pemerintah adalah respons atas keinginan pihak keluarga yang disampaikan melalui Pak Try Sutrisno kepada Wapres.
Apakah ada upaya pemerintah mempercepat proses hukum agar segera ada kejelasan status hukum Pak Harto?
Dalam kondisi demikian belum tepat kita membicarakan masalah itu. Biarkan sistem bekerja. (aan/nrl)










































