Habibie, Soeharto dan Kunjungan Bersejarah di detikTV

Habibie, Soeharto dan Kunjungan Bersejarah di detikTV

- detikNews
Rabu, 16 Jan 2008 09:30 WIB
Habibie, Soeharto dan Kunjungan Bersejarah di detikTV
Jakarta - Tak ada perkembangan signifikan tentang kesehatan Pak Harto pada Selasa 15 Januari 2008 kemarin. Berita besar yang dinanti wartawan justru datang pada malam harinya, yaitu saat BJ Habibie membesuk Pak Harto di RSPP.

Setiap Pak Harto sakit, semua orang dekatnya selalu datang membesuk. Tapi tidak dengan BJ Habibie. Menurut riwayat sakit Pak Harto sejak 1999, baru pada 15 Januari 2008 Habibie membesuk Pak Harto.

Maksud hati ingin menjenguk, namun Habibie tidak bisa bertemu langsung dengan yang dijenguknya. Habibie bisa hanya bertemu keluarga Cendana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedatangan Habibie ke RSPP jelas berita besar. Maklum saja, setelah Pak Harto lengser 21 Mei 1998, hubungan Pak Harto dan suksesornya itu merenggang. Sas-sus yang beredar, Pak Harto ogah bertemu dengan Habibie setelah profesor itu memulai mengusut dugaan korupsi Pak Harto, sebagai upaya untuk melaksanakan Tap MPR XI/MPR/1998.

Habibie dan Soeharto selama ini dikenal bak telah menjadi keluarga. Adian Husaini dalam buku yang dirilisnya pada 1994 lalu Habibie, Soeharto, dan Islam, menggambarkan kedekatan keduanya sudah terjalin sejak tahun 1950, yakni saat Soeharto masih berpangkat Letkol, di saat sebagai pemimpin Brigade Ekspedisi Divisi Diponegoro dengan nama Brigade Mataram untuk menumpas pemberontakan Andi Azis di Makassar. Markas Brigade terletak di Jalan Klaperlaan. Di antara penduduk di sekitar markas Brigade Mataram di Jalan Klaperlaan itu, tinggal keluarga Habibie.

Pada suatu hari di tengah malam, ketika anggota staf Brigade tidur nyenyak, anak-anak keluarga Habibie datang ke asrama sambil menangis. Mereka memberitahu, bahwa ayahnya sakit keras. Segera Soeharto berangkat ke rumah mereka bersama dokter Irsan dan keluarga Habibie. "Saya berkesempatan menutup matanya sambil memohonkan ampun kepada Tuhan Yang Mahakuasa," kisah Soeharto dalam tulisan menyambut setengah abad Habibie.

Hubungan Soeharto dengan keluarga Habibie semakin dekat setelah seorang perwira Brigade Mataram, Kapten Subono, menikah dengan kakak Habibie.
 
Saat menjabat presiden, Soeharto bertemu dengan Habibie yang saat itu bekerja di  Messerschmitt Bolkow Blohm (MBB), sebuah perusahaan pembuat pesawat terbang di Jerman. Soeharto meminta Habibie pulang untuk membangun bangsa. Habibie pun pulang pada akhir 1973.

Jumat 31 Maret 1978, Presiden Soeharto melantik Habibie sebagai Menristek pada Kabinet Pembangunan III. Karier Habibie terus meroket hingga menjadi wakil presiden. Kursi presiden didudukinya setelah Pak Harto memutuskan lengser pada 21 Mei 1998.

Semuanya telah menjadi fakta sejarah. Demikian juga kunjungan Habibie ke RSPP 10 tahun kemudian, pada 15 Januari 2008. Sejarah ini bisa Anda saksikan di:


(nrl/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini