Delay Pemulangan Jamaah Kebangetan, Maskapai Acuhkan PPIH

Info Haji

Delay Pemulangan Jamaah Kebangetan, Maskapai Acuhkan PPIH

- detikNews
Selasa, 15 Jan 2008 20:58 WIB
Jakarta - Delay pada pesawat pengangkutan jamaah haji Indonesia untuk pulang ke Tanah Air semakin menjadi. Baik yang berangkat dari Bandara Jeddah hingga Madinah, delay bahkan ada yang terjadi 4 hingga 28 jam dari jadwal. Dalam kondisi seperti itu pun pihak maskapai tidak juga memberitahu petugas PPIH di Arab Saudi.

PPIH di Arab Saudi mencatat, hingga Selasa (15/12008) siang WAS, 387 kloter jamaah haji Indonesia yang telah dipulang dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Hanya 25 penerbangan take off tepat waktu, 23 kloter lebih cepat dari jadwal dan selebihnya yaitu 339 kloter mengalami delay.

Kloter 59 dan 60 Embarkasi Bekasi yang diangkut Saudi Arabian Airlines dari Bandara Madinah misalnya, mengalami keterlambatan 13 jam dari jadwal. Sedangkan Kloter 14 Embarkasi Palembang yang pulang melalui Jeddah, bahkan harus rela menunggu mundur selama 28 jam dari jadwal untuk kembali ke Tanah Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maskapai juga masih bisa berkilah tentang hal tersebut. GM Perencanaan Haji Garuda Indonesia, Agus Wibowo, mengatakan keterlambatan pemulangan jamaah oleh maskapai terjadi karena faktor teknis di bandara. Dia mengatakan ada perbedaan antara proses kedatangan dengan pemulangan.

Faktor yang disebutnya sebagai kendala dalam pemulangan adalah terbatasnya lahan parkir pesawat di bandara dan jamaah yang tidak tertib. Dia menyebutkan seringkali jamaah harus antri berjam-jam di pintu masuk bandara karena banyak jamaah membawa barang-barang yang dilarang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat.

Hal serupa juga disampaikan GM Saudi Arabian Airlines, Nasrizal Munir. Dia bahkan menilai proses pemulangan jamaah tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Penambahan enam gate di Bandara Jeddah dinilai cukup membantu kelancaran namun demikian tetap juga masih dirasa kurang.

"Terbatasnya lahan parkir seringkali menyulitkan kami. Pesawat kami sudah terbang dari Indonesia, ketika akan mendarat tidak diijinkan mendarat disini karena tidak ada tempat parkir. Terpaksa harus kembali lagi terbang ke Jakarta," kilahnya.Acuhkan PPIH dan Langgar Kesepakatan

Tentunya maskapai menyebut alasan yang tidak memojokkan dirinya dengan menyebut pihak lain sebagai penyebab. Namun Kepala PPIH Daker Jeddah, Cepi Supriyatna, juga mencatat faktor maskapai yang menjadi penyebab delay, misalnya terjadinya kerusakan mesin pesawat.

"Pihak penerbangan harusnya menepati jadwal penerbangan sesuai MOU yang ditandatangani dengan Pemerintah RI. Selain itu jangan sampai maskapai menelantarkan hak-hak jamaah berupa akomodasi dan konsumsi selama delay terjadi. Semua itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak penerbangan," ujarnya.

Kepala PPIH Daker Madinah, Ahmad Kartono, bahkan menyesalkan tindakan maskapai yang tidak memberitahu pihaknya setiap terjadi delay. Padahal sebelumnya telah diadakan pertemuan antara PPIH dengan maskapai untuk memperlancar proses pemulangan jamaah. Salah satu dari hasil pertemuan adalah, maskapai akan memberitahu PPIH jika terjadi kendala penerbangan.

"Penerbangan memberitahukannya kepada Kementrian Haji Arab Saudi wilayah Madinah, informasi itu lalu disampaikan ke pihak muassasah. Muassasah kemudian memberitahukan hal itu ke majmu'ah. Kami baru tahu ada delay jika pihak muassaah atau majmu'ah itu memberitahu kami," ujar Kartono.

"Ini sangat menyulitkan kami jika ada jamaah yang menanyakan kapan tepatnya akan dipulangkan karena sudah melewati jadwal pemulangan yang ditentukan," lanjutnya.Β 
(mbr/ary)


Berita Terkait