"Saya dan para pemimpin partai bertemu tim Scotland Yard di Karachi dan menyerahkan bukti-bukti," kata Zardari seperti dilansir AFP, Selasa (15/1/2008).
Zardari menolak membeberkan bukti-bukti apa yang diserahkannya. Zardari dan Ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) sekaligus puteranya yang berusia 19 tahun, Bilawal, meminta badan dunia PBB ambil bagian dalam penyelidikan kematian Bhutto.
"Pemerintah Pakistan menolak permintaan kami untuk PBB, jadi kami akan menghubungi langsung mereka," jelas Zardari.
Zardari mengaku telah berkomunikasi dengan mantan Sekjen PBB Kofi Annan. 6 Detektif Scotland Yard telah kembali ke Inggris, 4 detektif lainnya membantu kepolisian Pakistan dalam penyelidikan.
Bhutto tewas dalam serangan bom bunuh diri dan tembakan saat berkampanye di Rawalpindi 27 Desember 2007 silam. Kronologi pembunuhan versi pemerintah yang menganulir adanya tembakan terhadap Bhutto, kemudian menimbulkan kontroversi. (fay/mly)











































