SAR Yakin Temukan Korban Gunung Agung Usai Hari Raya

SAR Yakin Temukan Korban Gunung Agung Usai Hari Raya

- detikNews
Selasa, 15 Jan 2008 17:49 WIB
Jakarta - Pencarian kedua korban pendaki Gunung Agung, Bali, dihentikan selama tiga minggu. Tim SAR optimistis bakal menemukan korban setelah upacara di Pura Besakih usai digelar.

"Kita juga sempat meminta bantuan balian (dukun). Katanya, korban belum ditemukan karena belum "dibuka" oleh penguasa di gunung Agung," kata Kepala SAR Denpasar Ketut Parwa kepada detikcom, Selasa (15/1/2008).

Parwa pun berharap, tim akan menemukan dua korban setelah pencarian dilanjutkan pada tanggal 6 Februari 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parwa mengakui bahwa ia masih mempercayai kekuatan di luar kemampuan manusia yang ada di Gunung Agung. Gunung tertinggi di Bali ini merupakan gunung yang disucikan masyarakat Bali. Di kaki gunung ini, terdapat beberapa pura suci, salah satunya adalah yang terbesar di Bali, yaitu Pura Besakih.

Ia mencontohkan hal serupa terjadi di pengununan Jayapura, Papua. Menurut orang pintar setempat, korban akan ditemukan dalam waktu 2 tahun setelah "dibuka" oleh penguasa di sana.

"Hal itu memang terjadi. Korban ditemukan setelah dua tahun. Di luar kemampuan kita, bisa saja hal itu terjadi di gunung Agung," ujarnya.

Parwa menceritakan, selama pencarian terjadi beberapa kali kejadian niskala (di luar manusia) yang dialami para tim pencari korban.

"Tim pencari yang base camp di puncak satu, puncak tertinggi, mengalami kejadian aneh. Salah seorang tim mengaku tiba-tiba berada di luar tenda padahal ia tengah beristirahat di dalam tenda. Bahkan seekor monyet tertangkap dalam kamera tanpa ada wujud aslinya. Jadi, Gunung Agung luar biasa pingit (suci), mengerikan, dan alamnya sangat lain, " katanya.

Pencarian ketiga korban pendaki dari Universitas Widyatama, Bandung, selama 17 hari dilakukan oleh hampir 200 orang. Tim pencari ini terdiri dari SAR, Brimob, pencinta alam dari Bandung, Yogyakarta, TNI, serta para relawan masyarakat setempat.

Tim ini dibagi dua kelompok, yaitu sebanyak 96 orang bertugas di puncak gunung dan sebagian bertugas di bawah.

Pencarian korban di gunung Agung sangat sulit karena beberapa faktor, yaitu kendala cuaca yang tidak bersahabat, medan yang sangat berat dan faktor di luar kemampuan manusia.
(gds/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads