Perkembangan kesehatan Pak Harto yang up and down secara terus-menerus ini jelas melahirkan spekulasi di kalangan publik. Maklum publik mengikuti perkembangan Pak Harto sejak Jumat 4 Januari hingga Selasa 15 Januari.
Tak cuma publik biasa, praktisi kesehatan juga terlibat 'bisik-bisik' mendiskusikan Pak Harto. Bahkan Menkes Siti Fadilah Supari yang juga seorang ahli jantung pernah menyebut Pak Harto 'mungkin memiliki kehidupan palsu' karena hidupnya bergantung pada mesin.
Hingga kini, Bu Siti hanyalah satu-satunya dokter yang 'berani' bersuara berbeda bila dibandingkan penjelasan medis tim dokter kepresidenan.
Namun di balik itu, banyak juga dokter-dokter yang berada di belakang Bu Siti. Bahkan ada 'bisik-bisik' di kalangan dokter yang bertugas di RSPP bahwa secara jasmani Pak Harto telah tiada sejak Jumat 11 Januari 2008 lalu. Yang menggerakkan organnya hanya alat bantu saja.
Bisik-bisik itu juga menyebutkan, tim dokter kepresidenan saat ini sedang nego dengan keluarga Cendana untuk mencopot alat-alat bantu kehidupan Pak Harto.
Penggunaan alat-alat bantu itu memang berisiko. Dokter kepresidenan mengakui bahwa alat-alat itu justru menimbulkan infeksi pada tubuh Pak Harto. Ventilator, misalnya, akan menimbulkan infeksi bila dipakai terus-menerus selama 5 hari.
Yang terbaru, Pak Harto mengalami infeksi sistemik di paru-paru. Infeksi ini menyebabkan kuman yang kadung ada di tubuh, yang biasanya bersahabat, menjadi galak. Hal ini berdampak obat-obat yang diberikan tidak mempan lagi.
Bagaimana tim dokter kepresidenan menanggapi ini? Terhadap pernyataan Bu Siti tentang "kehidupan palsu', tim menyatakan bahwa pernyataan itu terlalu berani.
Sedangkan saat ditanya soal bisik-bisik bahwa tim dokter sedang nego dengan keluarga Cendana untuk mencopot alat bantu Pak Harto, dr Djoko Rahardjo menyangkalnya. "Nggak betul," katanya pada detikcom, Selasa (15/1/2008) pukul 16.00 WIB.
Djoko juga membantah bahwa Pak Harto secara jasmani telah meninggal sejak 11 Januari. "Nggak betul itu," tegasnya.
Jadi alat bantu pernapasan dan alat lainnya yang menyebabkan kondisi Pak Harto memburuk akan terus dipasang? "Ya," jawabnya. Sampai kapan?
(nrl/asy)











































