Di kubu Republik, John McCain menempati posisi teratas. Senator tersebut dianggap sebagai kandidat partai yang paling layak dipilih pada pemilihan presiden November 2008 mendatang.
Dalam survei tersebut, McCain memimpin kubu Republik dengan 33 persen suara. Diikuti kemudian oleh rivalnya, Mike Huckabee dengan 18 persen suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pihak Demokrat, Hillary unggul atas Obama dengan margin dua digit, yakni 42 persen suara untuk Hillary dan 27 persen untuk Obama.
Demikian menurut polling CBS News/New York Times seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/1/2008). Adapun John Edwards berada di posisi ketiga dengan hanya meraih 11 persen suara.
Namun survei yang dilakukan ABC News dan The Washington Post menunjukkan margin keunggulan Hillary lebih kecil dari hasil polling CBS News/New York Times.
Menurut polling tersebut, 42 persen suara Demokrat mendukung Hillary. Sedangkan Obama mendapat dukungan 37 persen suara. Dukungan untuk Hillary turun 11 persen dibandingkan polling serupa bulan Desember 2007 lalu. Adapun dukungan untuk Obama meningkat 14 poin dari bulan Desember lalu.
Namun tak satupun dari kedua kandidat itu yang mendapat dukungan kuat dari Demokrat. Sebanyak 39 persen pemilih Hillary mengaku masih bisa berubah pikiran. Sedangkan 43 persen pemilih Obama mengatakan hal serupa.
Hillary dan Obama sama-sama dianggap sebagai agen perubahan di Washington. Namun Hillary lebih diuntungkan karena persepsi ketidaksiapan Obama untuk menjabat presiden.
Sebanyak 79 persen pemilih Demokrat mengatakan Hillary siap menjadi presiden. Dan hanya 40 persen yang menganggap Obama siap menjadi presiden AS.
Polling ini dilakukan pada 9-12 Januari lalu. (ita/sss)











































