Kelangkaan tempe tahu adalah saingan berat isu Pak Harto. Harian Kompas edisi Selasa (15/1/2008) mengambil headline 'Produksi Kedelai Mesti Ditingkatkan. Tema yang sama juga diambil oleh The Jakarta Post dengan judul 'Tofu, tempeh disappear from dishes'.
Sementara koran-koran lainnya masih menjadikan isu Soeharto sebagai isu sentral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat mahalnya harga kedelai, tempe dan tahu tidak lagi ada di pasar dan warung-warung sederhana hingga mewah. Makanan murah meriah nan bergizi itu bak lenyap ditelan bumi. Kalau pun ada, harganya cukup mahal.
Hari ini, Presiden SBY berkunjung ke Departemen Pertanian (Deptan). Isu kedelai diperkirakan akan menjadi perbincangan utama.
Pemerintah memutuskan menurunkan bea impor kedelai dari 10% menjadi 0%. Kebijakan penghapusan ini akan dikeluarkan pada 21 Januari nanti. (nrl/umi)











































