Angin yang kencang dan persediaan uap air menjadi penyebabnya.
"Cuaca sifatnya berubah," ujar Kepala Bidang Informasi Meteorologi BMG Jakarta Achmad Zakir kepada detikcom, Selasa (15/1/2008) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu rehatnya hujan di Jabodetabek merupakan fenomena yang biasa.
Meski beberapa hari yang lalu berhenti hujan, namun hari ini dan hari-hari mendatang warga Jabodetabek harus siap-siap berpayung ria.
"Sekarang ini uap air sudah cukup banyak. Dalam minggu ini, hujan akan mulai turun di Jabodetabek. Namun intensitasnya bervariasi," pungkas Zakir.
(nik/nrl)











































